Senin, 14 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Ikan mati di Situ Cangkringan Kota Tangerang. (ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—-Ribuan ikan ditemukan mati di Situ Cangkring, Jalan Moh. Toha, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis (10/9/2026) pagi. Kematian massal ikan terjadi sehari setelah warga ramai-ramai memanen ikan yang mabuk akibat kondisi air situ menyusut.

Bangkai ikan tampak mengambang dan menumpuk di sejumlah bagian situ. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang langsung menerjunkan tim untuk mengecek kondisi Situ Cangkring. Petugas juga mengambil sampel air dan ikan untuk mengetahui penyebab kematian ribuan ikan tersebut.

Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian ikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Sudah, tim kita lagi turun ke lokasi. Kita nunggu hasilnya dulu ya,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Yudi mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi air serta faktor yang kemungkinan menyebabkan ikan mati secara massal.

Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Sambil menunggu hasil uji laboratorium, DLH meminta masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Situ Cangkring.

Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan karena belum diketahui secara pasti penyebab kematian ikan.

BeritaTerbaru

Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air

Pabrik Pengolahan Karet di Batuceper Kebakaran, Petugas BPBD Kesulitan Air

Minggu, 13 Sep 2026 20:23 WIB
Aleksa Andrejic Bawa Persita Kalahkan Java United

Aleksa Andrejic Bawa Persita Kalahkan Java United

Minggu, 13 Sep 2026 19:31 WIB
Harta Kekayaan Saiful Milah, Ketua DPRD Kota Tangerang Terpilih Pengganti Alm Rusdi

Harta Kekayaan Saiful Milah, Ketua DPRD Kota Tangerang Terpilih Pengganti Alm Rusdi

Minggu, 13 Sep 2026 16:47 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim SAR Gabungan, melakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)

Hari Keenam Pencarian, Tim SAR Gabungan Kembali Sisir Ribuan Mil Perairan Selat Sunda

Minggu, 13 Sep 2026 14:22 WIB

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut karena kami masih menunggu hasil dari uji lab,” tegasnya.

Peristiwa ikan mati ini terjadi sehari setelah warga berdatangan ke Situ Cangkring untuk mengambil ikan yang terlihat mabuk pada Rabu (9/9/2026).

Saat itu, kondisi air situ yang menyusut membuat ikan bergerak ke bagian tepian. Warga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian berdatangan untuk mengambil ikan.

Tak hanya warga sekitar, sejumlah warga dari luar wilayah juga ikut datang setelah mendapatkan informasi mengenai banyaknya ikan yang bergerak ke pinggir situ.

Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Sekretaris RW 02 Periuk Jaya, Abdul Latif Romdoni, mengatakan ikan mulai terlihat mabuk sejak malam hari. Namun, waktu awal kejadian berbeda berdasarkan penuturan warga.

“Pagi, sebenarnya dari malam itu sudah mulai mabok, cuma itu versi warga. Versi beberapa warga ada yang sudah mulai mabok, cuma kata versi yang lain belum,” katanya.

Menurut Abdul Latif, ikan mulai terlihat bergerak ke tepian sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, sebagian ikan masih dalam kondisi hidup.

Kondisi berbeda terlihat pada ikan berukuran besar yang berada di dasar situ. Ikan-ikan tersebut justru banyak ditemukan mati.

“Di jam 8 pagi atau dari pas pagi itu sudah mulai ada ikan pada ke pinggir, tapi enggak pada mati. Bahkan sampai akhir yang kecil-kecilnya itu enggak pada mati. Yang mati itu hanya ikan-ikan yang besar yang ada di dasar, yang biasa main di dasar Situ Cangkring,” ujarnya.

Salah seorang warga, Irfan, mengatakan bangkai ikan mulai terlihat mengambang dan menumpuk pada Kamis pagi.

Ia sempat merekam kondisi tersebut. Menurutnya, kematian ikan diduga berkaitan dengan perubahan kondisi air akibat situ yang mengalami penyusutan selama musim kemarau.

“Ini ikan yang pada mati tadi pagi saya rekam. Kayaknya sih karena kekurangan oksigen,” ungkapnya.

Irfan mengatakan ikan yang mati terdiri atas berbagai ukuran, mulai dari ikan berukuran besar hingga kecil. Namun, sebagian ikan kecil masih terlihat mampu bertahan hidup.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian massal ikan. DLH Kota Tangerang masih melakukan pemeriksaan dan menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air serta ikan yang diambil dari lokasi.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab ribuan ikan di Situ Cangkring mati secara bersamaan. Sementara itu, masyarakat diminta tidak mengambil atau mengonsumsi ikan dari situ hingga hasil pemeriksaan dan uji laboratorium diketahui. (ari)

Tags: ikankota tangerangmatiPeriuk JayaSitu Cangkringan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

LIFE JACKET : Tim SAR Gabungan menemukan life jacket di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Tegaskan Barang-barang Yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Rombongan Wartawan

Minggu, 13 Sep 2026 14:10 WIB
Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik
Edukasi

Sekolah di Kota Tangerang Kembali Tatap Muka Usai PJJ Dampak Abu Vulkanik

Minggu, 13 Sep 2026 13:58 WIB
MENINJAU LOKASI GALIAN -- MendesPDT RI Yandri Susanto, meninjau lokasi galian pertambangan di Kabupaten Serang, Sabtu (12/9/2026). (SIDIK/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Mendes Yandri Sidak Galian Ilegal di Kragilan dan Langsung Ditutup

Minggu, 13 Sep 2026 13:33 WIB
Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta
Kabupaten Tangerang

Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta

Minggu, 13 Sep 2026 12:50 WIB
Kabupaten Tangerang

Cegah Balap Liar di Puspemkab Tangerang, Polisi Amankan Empat Motor

Sabtu, 12 Sep 2026 20:05 WIB
FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini
Bisnis

FIFGROUP Cabang Cikupa Perkuat Kepedulian, Lewat Donor Darah dan Edukasi Mengelola Keuangan Sejak Dini

Sabtu, 12 Sep 2026 16:58 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Gubernur Banten Andra Soni. (ISTIMEWA)

Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 18:41 WIB

HUT ke-24, Polsek Serpong Santuni Anak Yatim dan Doakan Lima Jurnalis Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 12:02 WIB

Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari

Selasa, 8 Sep 2026 11:03 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB
KLARIFIKASI -- Ketua IKAFA, Eri Sunarya, sampaikan klarifikasi. (ISTIMEWA)

Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi

Rabu, 9 Sep 2026 19:45 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.