SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Siswa di Kota Tangerang masih harus belajar dari rumah. Pemerintah Kota Tangerang memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga Jumat (11/9) menyusul paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Perpanjangan PJJ ini berlaku setelah sebelumnya sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah sejak Senin (7/9). Kebijakan tersebut kini ditambah dua hari mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Banten.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan siswa. Menurut dia, kegiatan belajar tetap harus berjalan, tetapi keselamatan anak menjadi prioritas.
“Karena kesehatan itu segalanya buat anak-anak kita. Jadi kita bukan berpikir hanya untuk hari ini. Bagaimana proses belajar mengajar anak-anak kita terus berjalan, dengan menjaga kesehatan masing-masing,” kata Sachrudin, Rabu (9/9).
Sachrudin mengatakan PJJ sebelumnya telah berlangsung selama tiga hari. Dengan adanya perpanjangan, siswa kembali mengikuti pembelajaran dari rumah hingga akhir pekan kerja.
“Kemarin kita sudah melakukan PJJ selama tiga hari, dan hari ini diperpanjang dua hari lagi sampai hari Jumat,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Dia juga meminta masyarakat tidak menganggap paparan abu vulkanik sebagai persoalan yang hanya berkaitan dengan sekolah. Warga yang tetap beraktivitas di luar rumah diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Masalah kesehatan ini buat semuanya. Masyarakat tetap waspada, tidak perlu panik, tapi waspada. Menjaga kesehatan itu dari diri kita masing-masing. Kita lindungi diri kita agar tetap sehat,” kata Sachrudin.
Salah satu langkah yang diminta Pemkot Tangerang ialah menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.
“Saat ini diharapkan semuanya untuk menggunakan masker,” imbaunya. (ari)
























