SATELITNEWS.COM, SERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hingga saat ini, capaian pelaksanaan CKG di Provinsi Banten telah mencapai 53,69 persen, atau melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
“Untuk Banten sendiri di angka 53,69 persen. Kalau kita kalkulasi jumlah penduduk sekitar 6,9 juta, sudah di atas nasional. Target nasional yang diamanatkan kepada seluruh provinsi itu 46 persen,” ujar Ati, Kamis (10/9/2026).
Sementara untuk Kabupaten Serang, capaian CKG telah mencapai 56,16 persen. Dengan persentase tersebut, hampir satu juta penduduk di Kabupaten Serang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan sejumlah pemeriksaan, mulai dari rontgen, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan kesehatan mental dan jiwa.
Ati menjelaskan, hasil pemeriksaan dapat diketahui dengan cepat. Bahkan untuk pemeriksaan rontgen, Dinkes Banten telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga hasilnya dapat diketahui secara langsung.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
“Peserta yang kita cek sekitar 500. Kegiatan CKG mulai dari rontgen, kemudian pemeriksaan gula darah, pemeriksaan fisik dan tes mental kesehatan jiwa. Hasilnya langsung keluar. Rontgen juga langsung keluar karena kita menggunakan teknologi AI,” jelasnya.
Menurut Ati, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat masih didominasi hipertensi dan diabetes melitus.
Namun, program CKG tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Masyarakat yang ditemukan memiliki penyakit juga langsung mendapatkan penanganan dan pengobatan.
“Mayoritas hipertensi dan masih diabetes melitus. Artinya hari ini bukan hanya sekadar cek kesehatan, tetapi begitu dia menderita satu penyakit langsung diobati oleh kita. Nanti jika obat-obatannya habis, dia harus kembali lagi ke puskesmas,” ujarnya.
Ati menambahkan, pelaksanaan CKG akan terus dilakukan hingga akhir Oktober 2026. Seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten diminta terus menjalankan pemeriksaan kesehatan masyarakat setiap hari.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mencegah hipertensi melalui perubahan gaya hidup, terutama dengan mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan aktivitas fisik.
Baca Juga: RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan Siap Bangun Area Parkir
“Kurangi garam dan kurangnya aktivitas fisik masyarakat. Minimal 30 menit setiap hari,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Banten dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, yang dinilai konsisten melaksanakan program CKG di Kabupaten Serang.
Ia menilai capaian Kabupaten Serang yang telah melampaui target nasional menjadi bukti bahwa program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Banten, dalam hal ini Gubernur Banten dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, yang sudah berkali-kali melaksanakan kegiatan cek kesehatan gratis di Kabupaten Serang,” kata Muhibbin.
Menurutnya, program CKG harus dimaknai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Cek kesehatan gratis ini harus kita maknai sebagai bentuk kehadiran negara untuk kesehatan rakyat. Tidak mungkin kita menjadi suatu bangsa yang kuat apabila kita tidak memberikan layanan kesehatan dan akses yang merata dan memadai untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.
Muhibbin juga menilai keunggulan CKG bukan hanya pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga tindak lanjut pengobatan terhadap masyarakat yang ditemukan memiliki penyakit.
“Terbukti dari angka dan kemudian cek kesehatan gratis ini, seperti yang disampaikan Ibu Kepala Dinas Kesehatan, bukan hanya dicek, melainkan hasilnya langsung diketahui dan kemudian langsung diobati di puskesmas dan rumah sakit pemerintah,” pungkasnya.
Hadir pada kegiatan Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr Efrizal, dan Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Gerindra. (sidik)
























