Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 8 Sep 2026 08:06 WIB
Rubrik Nasional
Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Wilayah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Karakatau pada Senin (07/09/2026) hingga pukul 09.00 WIB. Pada lapisan dari permukaan hingga ketinggian hingga 15.000 kaki (4,57 km), abu vulkanik meluas ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu. (FOTO BMKG)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menurun tetapi gunung api di Selat Sunda itu belum sepenuhnya tenang.

Letusan susulan masih terjadi, kegempaan tetap tinggi sementara abu vulkanik terus bergerak hingga mencapai wilayah Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Senin (7/9), intensitas erupsi kini lebih rendah dibandingkan fase sebelumnya.

“Menurut kami, BNPB per hari ini untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018, di mana di 2018 itu terjadi sama, hampir sama, tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026,” ujar Suharyanto dalam rapat perkembangan penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video.

Menurut Suharyanto, kemungkinan terjadi erupsi yang lebih besar relatif kecil. Namun, aktivitas Anak Krakatau masih berfluktuasi dan tetap dipantau. Badan Geologi mencatat episode erupsi menerus yang dimulai Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB berakhir Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, setelah berlangsung sekitar 25 jam. Setelah fase tersebut, aktivitas Anak Krakatau kembali berupa erupsi Strombolian.

“Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria.

Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Pada Minggu pukul 20.23 WIB, Anak Krakatau kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 58 milimeter selama 44 detik. Pemantauan juga mencatat tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa frekuensi rendah, 98 gempa hybrid atau fase banyak, empat tremor menerus, dan satu gempa vulkanik dangkal.

Pemantauan terbaru pada Senin pukul 06.00–12.00 WIB menunjukkan kegempaan masih tinggi. Badan Geologi mencatat 17 gempa frekuensi rendah, 23 gempa hybrid atau fase banyak, dan sembilan tremor. Gempa hybrid mengindikasikan adanya rekahan batuan dan pergerakan fluida, sedangkan tremor mencerminkan pergerakan fluida dalam sistem gunung api.

BeritaTerbaru

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB
Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 17:58 WIB
59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

Rabu, 9 Sep 2026 21:11 WIB
Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB

Badan Geologi menyatakan aktivitas vulkanik tersebut menunjukkan erupsi masih dapat kembali terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, status Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga.

Pemantauan intensif dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung. Data dari kedua pos tersebut dianalisis dan dievaluasi oleh para ahli gunung api Badan Geologi.

Potensi bahaya dalam beberapa periode ke depan masih cukup tinggi, terutama lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Aliran lava juga berpotensi muncul jika erupsi menerus kembali terjadi.

Abu vulkanik menyebar mengikuti pola angin pada berbagai ketinggian atmosfer. BBMKG Wilayah II melaporkan, pada lapisan hingga sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak dari tenggara ke barat laut dan berpotensi mencapai Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.

Baca Juga: Liput Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rombongan Wartawan Hilang Kontak

Pada lapisan hingga sekitar 15,24 kilometer, pergerakannya mengarah ke barat daya hingga barat, menuju Samudra Hindia serta wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten. Perbedaan arah tersebut dipengaruhi pola angin pada masing-masing ketinggian.

Dampaknya terasa pada penerbangan. Delapan bandara sempat ditutup sementara akibat abu vulkanik. Hingga Senin, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan, telah dibuka kembali setelah hasil paper test menunjukkan kondisi aman.

Tujuh lainnya—Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, dan Taufik Kiemas—masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB. Pembukaan kembali bergantung pada perkembangan sebaran abu dan hasil pemeriksaan keselamatan penerbangan.

Abu juga mengganggu aktivitas masyarakat di sedikitnya empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas.

“Artinya di bawah ini kondisi kehidupan masyarakat terganggu oleh abu vulkanik, tapi tidak ada dampak lanjutan misalnya ada yang luka atau ada fasilitas yang rusak,” kata Suharyanto.

Erupsi magmatik Anak Krakatau juga melepaskan sulfur dioksida (SO₂) dalam jumlah besar. “Gunung api yang mengalami magmatik melepaskan gas SO₂ dalam jumlah besar. Gas SO₂ tersebar ke wilayah yang luas karena terbawa angin. Jika gas SO₂ mencapai atmosfer tinggi, penyebarannya mengikuti angin di ketinggian tersebut,” ujar Lana.

Di atmosfer, SO₂ dapat bereaksi dengan air dan membentuk aerosol sulfat. NASA menjelaskan, dalam erupsi vulkanik yang sangat besar, partikel ini dapat bertahan berbulan-bulan hingga beberapa tahun dan memantulkan sebagian radiasi Matahari kembali ke angkasa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pendinginan sementara, bergantung pada jumlah SO₂ dan ketinggian material dilepaskan.

Profesor riset atmosfer dan iklim BRIN Erma Yulihastin memperkirakan kolom utama erupsi Anak Krakatau mencapai 13–14 kilometer, mendekati tropopause.

“Intinya, kalau kolom abunya tinggi, untuk luruh kembali bisa terdistribusi ke segala arah,” kata Erma.

Jika tidak turun hujan, material sulfur dari erupsi utama secara umum dapat bertahan di atmosfer sekitar lima hari. Lama bertahan dan wilayah yang terdampak bergantung pada angin serta kondisi hujan.

Belum ada kepastian kapan rangkaian aktivitas Anak Krakatau berakhir. Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono mengatakan erupsi baru benar-benar berhenti ketika pasokan magma dari kedalaman terputus dan tekanan di dalam gunung mereda.

“Selama kantong magma di bawah gunung masih terus mendapat kiriman magma baru dari kedalaman bumi, letusan susulan yang membawa abu akan terus terjadi secara naik-turun, kadang tenang, kadang membesar,” ujarnya. (rmg/xan)

Tags: ErupsiGAKGunung Anak KrakatauTenang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Nasional

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun
Nasional

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar
Bisnis

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka
Nasional

Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 08:02 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Rabu, 9 Sep 2026 07:33 WIB
Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar

Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar

Selasa, 8 Sep 2026 08:12 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
BERDOA BERSAMA -- Pengurus dan jajaran anggota SMSI-PWI Pandeglang, berdoa bersama untuk keselamatan 5 Jurnalis 2 Crew Kapal dan 1 Guide, yang hingga kini hilang kontak. (ISTIMEWA)

5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama

Rabu, 9 Sep 2026 10:50 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.