Senin, 26 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
Rubrik Nasional
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dirilis BMKG berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 pada Selasa (8/9/2026) pukul 12.00 WIB. Abu bergerak ke arah selatan-barat, mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat daya dan Samudra Hindia di sebelah barat Banten. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Gunung Anak Krakatau masih terus bergolak. Dalam rentang sekitar enam setengah jam pada Selasa (8/9/2026) pagi hingga menjelang siang, gunung api di Selat Sunda itu tercatat erupsi empat kali.

Meski aktivitas vulkaniknya mulai menurun, potensi letusan susulan masih tinggi. Sementara itu, sebaran abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Mengutip laman Informasi Letusan pada situs Magma Indonesia milik Kementerian ESDM, erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB. Amplitudo maksimum tercatat 47 milimeter dengan durasi 15 detik. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.

“Erupsinya beramplitudo 47 milimeter dengan durasi 15 detik. Tapi tinggi kolom abu erupsi tak teramati secara visual,” kata Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Deny Mardiono, seperti dikutip dari laman tersebut.

Sekitar 26 menit kemudian, aktivitas kembali terekam. Pada pukul 05.34 WIB, amplitudo maksimum mencapai 44 milimeter dengan durasi 10 detik. Dua jam lebih kemudian, pada pukul 07.49 WIB, amplitudo meningkat menjadi 48 milimeter dengan durasi 19 detik. Tinggi kolom abu pada kedua kejadian itu juga tidak teramati.

Erupsi keempat tercatat pukul 11.34 WIB, dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 17 detik. Tinggi kolom abu kembali tidak teramati.

Baca Juga: Aktivitas Menurun, BPBD Kota Tangerang Imbau Masyarakat Tetap Pantau Status GAK

Di tengah rangkaian erupsi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan abu vulkanik. Dalam pembaruan pada Selasa siang, abu Anak Krakatau masih terpantau menyebar ke sejumlah wilayah. Namun, Jakarta tidak lagi tercantum sebagai wilayah yang diperkirakan terdampak sebaran abu.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pada pukul 12.00 WIB, sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer bergerak ke arah selatan-barat. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat daya dan Samudra Hindia di sebelah barat Banten.

BeritaTerbaru

Operasi Patuh Serentak Dimulai, Sasar 11 Jenis Pelanggaran

Operasi Patuh Serentak Dimulai, Sasar 11 Jenis Pelanggaran

Senin, 26 Okt 2026 05:53 WIB
Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Bahlil: Sudah Dipikir Matang

Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Bahlil: Sudah Dipikir Matang

Minggu, 25 Okt 2026 08:59 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Layanan SIM Keliling Jakarta Minggu 25 Oktober, Ada di 2 Lokasi

Minggu, 25 Okt 2026 07:29 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Jumat 23 Oktober, Cek Lokasinya

Jumat, 23 Okt 2026 08:00 WIB

Analisis tersebut mengacu pada informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin. BMKG menjelaskan, produk citra sebaran abu vulkanik dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api yang diterima dari VAAC Darwin.

Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, angin pada lapisan rendah hingga menengah diprakirakan tetap membawa abu menjauhi Pulau Jawa menuju Samudra Hindia. Kendati demikian, BMKG mengingatkan sebagian sebaran abu masih dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang.

Rangkaian letusan terbaru ini terjadi setelah episode erupsi menerus yang dimulai pada 4 September pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB. Episode tersebut berlangsung sekitar 25 jam.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan aktivitas kegempaan Anak Krakatau kini telah menurun dibandingkan saat erupsi menerus pada 4–5 September.

Baca Juga: Muncul Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau,Ini Analisis Awal Badan Geologi

“Erupsi yang terjadi juga erupsi eksplosif energi rendah beberapa detik,” kata Rita.

Namun, penurunan kegempaan belum berarti aktivitas gunung telah berhenti. Empat letusan yang terjadi pada Selasa pagi hingga siang menunjukkan suplai magma dan gas di dalam tubuh gunung masih berlangsung. “Sehingga erupsi susulan masih mungkin terjadi,” ujar Rita.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan hasil pemantauan pada 7–8 September juga menunjukkan aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih berlangsung.

Dalam periode tersebut tercatat dua gempa erupsi, empat gempa hembusan, 76 gempa frekuensi rendah (low frequency), 100 gempa hybrid atau fase banyak, delapan gempa vulkanik dangkal, sembilan gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus.

Berdasarkan evaluasi hingga 8 September, status Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.

“Perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi,” ujar Lana.

Potensi bahaya saat ini berupa lontaran batu pijar yang dapat disertai hujan abu lebat. Jika erupsi menerus kembali terjadi, aliran lava juga berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan awan panas.

Masyarakat di sekitar Anak Krakatau, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, dilarang memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung. Warga yang terdampak abu vulkanik dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai isu bahwa erupsi Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami. Perkembangan aktivitas gunung dapat dipantau melalui aplikasi Magma Indonesia, situs resmi PVMBG, serta kanal resmi Badan Geologi. (rmg/xan)

Tags: Abu VulkanikErupsiGunung Anak Krakatau
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Prabowo Janji Guyur Rp400 T, Daerah akan Diberi Dana Lebih Besar
Nasional

Prabowo Janji Guyur Rp400 T, Daerah akan Diberi Dana Lebih Besar

Kamis, 22 Okt 2026 17:09 WIB
1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar, Total Bantuan Rp1,235 T Sudah Cair
Nasional

1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar, Total Bantuan Rp1,235 T Sudah Cair

Kamis, 22 Okt 2026 17:05 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Oktober, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 22 Oktober, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 22 Okt 2026 07:25 WIB
KPK Surati Panglima TNI, Banyak Item Dugaan Korupsi BNPB
Nasional

KPK Surati Panglima TNI, Banyak Item Dugaan Korupsi BNPB

Rabu, 21 Okt 2026 19:01 WIB
Insentif BI Tarik Modal Asing 9,9 Miliar Dolar AS
Bisnis

Insentif BI Tarik Modal Asing 9,9 Miliar Dolar AS

Rabu, 21 Okt 2026 18:57 WIB
BKN Bahas Skema Pengalihan Gaji PPPK ke Pusat
Banten Region

BKN Bahas Skema Pengalihan Gaji PPPK ke Pusat

Rabu, 21 Okt 2026 08:03 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

Melalui FKP, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Siapkan Layanan perpustakaan Ramah Anak

Melalui FKP, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang Siapkan Layanan Perpustakaan Ramah Anak

Jumat, 23 Okt 2026 21:17 WIB
Dua orang ASN Pemkab Serang, menunjukkan seragam Aslinmas. (ISTIMEWA)

Pemkab Serang Siapkan 1.000 Aslinmas Untuk Apel Akbar

Selasa, 20 Okt 2026 14:57 WIB
Status Tanah Bikin Penghuni Perumahan di Bayah Lebak Was-was

Status Tanah Bikin Penghuni Perumahan di Bayah Lebak Was-was

Senin, 19 Okt 2026 16:58 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian anak tenggelam di danau KP3B. (ISTIMEWA)

Seorang Pengunjung Hilang Tenggelam di Danau Retensi KP3B

Selasa, 20 Okt 2026 19:28 WIB
Ketua Umum PUB, Taufiqurrahman Ruki. (ISTIMEWA)

Perkumpulan Urang Banten Tanam 70 Ribu Bibit Pohon di Kawasan Adat Baduy

Sabtu, 24 Okt 2026 10:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.