SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lebak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, melakukan pemantauan kualitas udara untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi masyarakat.
Pemantauan dilakukan, dengan memasang peralatan pengambil sampel udara ambien yang bekerja selama 24 jam. Data dari pengukuran tersebut, nantinya menjadi dasar untuk mengetahui kondisi udara di wilayah Lebak yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik.
Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan pengambilan sampel dalam durasi panjang diperlukan agar hasil pengukuran dapat menggambarkan kondisi udara secara lebih akurat.
Menurutnya, perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut adalah keberadaan partikulat atau partikel debu di udara yang kemungkinan mengalami peningkatan akibat material vulkanik.
“Pengambilan sampel dilakukan selama 24 jam agar kondisi kualitas udara yang diperoleh lebih representatif. Kami ingin mengetahui sejauh mana sebaran abu vulkanik berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Lebak,” kata Irvan, Senin (7/9/2026).
Sampel udara yang terkumpul, selanjutnya akan diperiksa dan dianalisis. Hasilnya akan digunakan untuk melihat tingkat konsentrasi partikulat, serta membandingkannya dengan ketentuan baku mutu udara ambien yang berlaku.
Baca Juga: Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September
“Hasil pemantauan tersebut, juga akan menjadi bahan bagi DLH dalam menentukan langkah teknis dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah apabila ditemukan perubahan kualitas udara yang perlu diantisipasi,” jelas Irvan.
Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi dampak dari abu vulkanik.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika abu atau debu vulkanik terlihat kembali di lingkungan sekitar. Penggunaan alat pelindung seperti masker dan kacamata dianjurkan ketika warga harus beraktivitas di luar rumah.
“Untuk masyarakat kami mengimbau tetap waspada dan menggunakan masker serta kacamata sebagai pelindung apabila terjadi sebaran abu vulkanik. Ini penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap debu atau abu yang dapat mengganggu kesehatan,” ujar Febby.
Ia mengatakan, kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan terhadap kelompok masyarakat yang rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pada saluran pernapasan.
Pemkab Lebak melalui DLH dan BPBD, akan terus mencermati perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan kualitas udara, diharapkan dapat memberikan informasi yang menjadi dasar dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat, apabila terjadi peningkatan paparan partikulat akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: TPS Liar Cirabit Lebak Dibersihkan
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi pemerintah, dan menghindari aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk atau abu vulkanik kembali teramati. (mulyana)
























