SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, menyiagakan seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan pasien Ispa akibat sebaran abu vulkanik. Kebijakan tersebut diberlakukan, menindaklanjuti arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr Efrizal mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, yang mengakibatkan abu vulkanik menyebar terbawa angin ke sejumlah wilayah di Kabupaten Serang.
Namun Kata dr Efrizal, sejauh ini pihaknya belum melihat adanya tanda tanda peningkat kasus yg berhubungan dengan abu vulkanik.
“Untuk saat ini terus kami pantau, kemarin belum ada tanda tanda peningkat kasus yg berhubungan dengan abu vulkanik,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Untuk mengantisipasi adanya kasus Ispa tersebut, dr Efrizal menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus kampanye pemakaian masker sekaligus pembagian masker.
“Kami hari ini membagikan masker untuk desa desa di Kecamatan Anyer dan Cinangka, secara simbolis di kantor Kecamatan dengan semua Kepala Desa,” tuturnya.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
Selain itu kata dr Efrizal, pihaknya juga telah menyiagakan semua Puskesmas atas perintah Bupati Serang Ratu Rachmayuzakiyah.
“Semua Puskesmas kami siagakan, ini perintah Bupati, dan Puskesmas kami memang buka 24 jam,” tandasnya.
dr Efrizal memastikan, obat – obatan cukup untuk melayani pasien. Pihaknya juga sudah mengajukan terhadap Dinkes Provinsi Banten sesuai instruksi Gubernur Banten untuk membantu kabupaten kota yang terdampak abu vulkanik.
“Tenaga kesehatan insya Allah cukup,” tuturnya.
Sementara, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan lapangan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Serang, hingga update terakhir abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, yaitu Kecamatan Anyer, Kecamatan Cinangka, Kecamatan Ciomas, Kecamatan Mancak, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Baros, Kecamatan Padarincang, Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Petir, Kecamatan Bandung.
Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Puloampel, Kecamatan Cikande, Kecamatan Carenang, Kecamatan Kibin, Kecamatan Kragilan, Kecamatan Pamarayan, Kecamatan Tanara, Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Tunjung Teja.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
Atas kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kurangi aktivitas di luar rumah, apabila intensitas abu meningkat. Tutup pintu, jendela dan ventilasi rumah, untuk mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam ruangan,” imbuhnya. (sidik)
























