SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mencatat, sebanyak 6,6 juta warga Banten telah mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga September 2026. Jumlah itu lebih dari 51 persen warga Banten, yang berjumlah sekira 12,9 juta jiwa.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. CKG merupakan salah satu kebijakan yang diambil, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Capaian kita sampai dengan hari ini, sudah sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten. Sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya,” katanya, Kamis (3/9/2026).
Andra mengatakan, pelaksanaan CKG dilakukan secara rutin dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota. Pemeriksaan mencakup antara lain gula darah, tekanan darah, keluhan kesehatan, hingga pemeriksaan paru-paru.
Hasil pemeriksaan, kata dia, masih banyak menemukan potensi diabetes dan tekanan darah tinggi. Temuan tersebut, selanjutnya ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan.
“Temuan penyakitnya masih seperti yang kita temukan sebelumnya, potensi diabetes dan tekanan darah tinggi masih mendominasi. Sudah disiapkan obatnya, untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.
Baca Juga: DPRD Banten Desak Pemprov Segera Serahkan KUA PPAS Perubahan
Andra mengatakan, pihaknya juga memperkuat pemeriksaan untuk mendukung penemuan kasus tuberkulosis atau TBC. Oleh larena itu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak takut terhadap temuan TBC, karena penyakit tersebut harus segera ditemukan dan diobati hingga sembuh.
“Kita harus temukan, kita harus obati sampai sembuh. Ada program TOSS, Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, target CKG tahun ini yang diamanatkan pemerintah pusat sebesar 46 persen dari jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Banten sekitar 12,9 juta jiwa, target tersebut setara sekitar 5,93 juta orang.
Hingga September 2026, sekitar 6,6 juta penduduk telah mendapatkan layanan CKG. Dengan demikian, cakupan pemeriksaan telah mencapai sekitar 51 persen dari total penduduk, dan telah melampaui target 46 persen yang ditetapkan.
“Pesan arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sangat jelas, yaitu capaian CKG bukan hanya sekadar target angka, tetapi bagaimana caranya penduduk kalau bisa lebih dari separuh mendapatkan akses layanan CKG,” tambahnya.
Dia memastikan, program CKG diarahkan bukan semata-mata untuk mengejar angka capaian, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memperoleh akses pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan sejak dini, memungkinkan penyakit ditemukan dan ditangani lebih cepat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih mudah dan murah.
Baca Juga: Anggaran Pembangunan Irigasi Capai Rp520,83 Miliar, Dibiayai APBN dan APBD Banten
Berdasarkan hasil pemeriksaan CKG, penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes, masih banyak ditemukan di Banten. Kedua penyakit tersebut perlu dikendalikan, karena dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
“Hipertensi dan diabetes ini merupakan cikal bakal bisa menyebabkan jantung kalau tidak kita kendalikan. Bahkan menjadi penyebab gagal ginjal dan layanan cuci darah,” ujarnya lagi.
Selain penyakit tidak menular, Dinkes Banten juga melakukan deteksi penyakit menular, khususnya TBC.
Tahun ini, Banten ditargetkan menemukan sekitar 50.750 penderita TBC. Hingga September, penemuan kasus telah mencapai sekitar 66 persen dari target.
“Sekarang kita lakukan active case finding di mana-mana. Kami optimistis target bisa tercapai,” tukasnya.
Ati menambahkan, pelayanan CKG tidak berhenti pada pemeriksaan. Warga yang dinyatakan sehat diberikan edukasi, untuk kembali melakukan pemeriksaan pada tahun berikutnya.
“Sementara warga yang terdeteksi mengalami hipertensi atau diabetes dapat memperoleh penanganan dan obat serta diarahkan melanjutkan pengobatan melalui puskesmas,” imbuhnya. (adib)
























