SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebuah genset berukuran mini karya anak-anak muda Desa Curug Sangereng, Kecamatan Curug, berhasil mengantarkan Kabupaten Tangerang meraih juara pertama dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Banten 2026.
Genset Mini Portable atau GEMPI karya Karang Taruna Desa Curug Sangereng tersebut menjadi juara pertama kategori Produk Unggulan Teknologi Tepat Guna. Prestasi itu diraih dalam ajang TTG Ke-20 yang digelar selama dua hari di Eco Plaza Citra Raya, Kecamatan Panongan, dan resmi ditutup, Kamis (3/9).
Dalam acara penutupan TTG Ke-20, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang diperlihatkan putra-putri terbaik dari seluruh Provinsi Banten melalui ajang tersebut.
Menurut Andra, para inovator lokal harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Dengan demikian, para inovator dapat terus mengembangkan karya dan menyumbangkan hasilnya untuk bangsa.
“Pelaksanaan ini adalah agenda rutin tahunan untuk memberi ruang kepada masyarakat, baik masyarakat desa maupun umum, dalam berinovasi menciptakan teknologi tepat guna. Ada beberapa yang menarik bagi saya, salah satunya pemanfaatan jerami menjadi kayu sintetis dari anak-anak muda Cilegon. Insya Allah nanti bisa dikembangkan,” kata Andra Soni saat menutup acara TTG Ke-20, Kamis (3/9).
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengaku sangat bangga terhadap putra-putri Kabupaten Tangerang yang telah berjuang menghasilkan karya terbaik dalam ajang TTG Ke-20.
Baca Juga: Kepala Kantah Kabupaten Tangerang Lantik Empat PPAT, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Kebanggaan itu secara khusus ditujukan kepada pemuda-pemudi Desa Curug Sangereng, Kecamatan Curug, yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
“Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Tangerang merasa bangga dan bersyukur seluruh rangkaian acara Gelar TTG Provinsi Banten 2026 berjalan lancar dan sukses. Lebih dari itu, kami sangat mengapresiasi karya-karya inovatif anak muda Kabupaten Tangerang yang terbukti mampu bersaing dan menjadi Juara 1 di tingkat provinsi,” ujar Soma.
Ia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung, membina, serta memfasilitasi hasil karya inovasi tersebut agar tidak berhenti di perlombaan saja. Karya itu diharapkan dapat diproduksi massal dan dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
“Kita akan support dan kembangkan lagi inovasi putra daerah,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Yayat Rohiman, menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari konsistensi pembinaan dan pelaksanaan Lomba TTG tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar setiap tahun.
“Kita mengirimkan hasil lomba TTG tingkat kabupaten kemarin. Alhamdulillah, dari tiga indikator yang dilombakan, Kabupaten Tangerang mendapatkan Juara 1 di dua bidang, yaitu Produk Unggulan TTG dan Posyantek Berprestasi,” katanya.
Baca Juga: Peringati Hari Lahir Kejaksaan, Kejari Kabupaten Tangerang Ziarah ke Makam Raden Aria Wangsakara
Menurut Yayat, salah satu inovasi unggulan Kabupaten Tangerang yang menyabet juara pertama kategori Produk Unggulan TTG adalah GEMPI (Genset Mini Portable) karya anak-anak Karang Taruna Desa Curug Sangereng.
Genset mini hemat energi tersebut mampu mengonversi daya baterai (DC) menjadi listrik rumah tangga (AC), sehingga menjadi solusi alternatif yang berguna saat terjadi pemadaman listrik.
“Jadi, inovasi genset mini portabel ini dapat digunakan oleh masyarakat ketika terjadi pemadaman bergilir,” ujarnya.
Menurut Yayat, cara penggunaan genset mini tersebut terbilang sangat mudah dan ramah. Pengguna cukup menaikkan MCB dan menyalakan sakelar on-off, sehingga listrik rumah langsung menyala.
Yayat juga mengatakan, penemuan genset mini tersebut akan terus dikembangkan agar dapat diproduksi massal dan dinikmati masyarakat di Kabupaten Tangerang maupun luar Kabupaten Tangerang.
“Ke depan akan kami kembangkan lagi dengan sistem monitor Bluetooth via smartphone. Saat ini sudah kami pasarkan dan gunakan di tingkat RW serta sedang proses pengurusan HAKI. Ini bukti nyata bahwa anak muda tidak hanya bisa scroll TikTok, tetapi bisa menghasilkan karya nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. (alfian/aditya)
























