SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pembangunan SMPN 25 Tangsel tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah Serua, Kecamatan Ciputat. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Kota Tangsel, Eka Andries mengatakan pihaknya terbuka untuk mengakomodir berbagai tuntutan yang disampaikan warga di sekitar lokasi pembangunan sekolah.
Menurut dia, bentuk akomodasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sekolah, tetapi juga dapat menyentuh kebutuhan masyarakat sekitar. Dindikbud bahkan membuka peluang agar fasilitas pendukung di lingkungan sekolah dapat melibatkan warga setempat.
“Kita siap mengakomodir, bahkan mau bikin kantin dari warga sana, silakan, usulan keamanan atau pekerja OB warga sekitar kita siap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).
Eka menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keberadaan SMPN 25 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus memenuhi kebutuhan peserta didik. Terkait kekhawatiran warga mengenai aktivitas antar-jemput siswa yang berpotensi menimbulkan persoalan di lingkungan permukiman, Eka menyebut hal tersebut masih dapat diatur secara teknis.
“Kami berkomitmen mengakomodir bagi peserta didik. Nantinya pengantaran maupun penjemputan para siswa dapat diatur lebih jelas secara teknis,” ucapnya.
Eka menuturkan, penentuan lokasi pembangunan SMPN 25 tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Salah satu dasar yang digunakan adalah kondisi demografi, mulai dari jumlah penduduk hingga jumlah lulusan sekolah yang membutuhkan akses pendidikan jenjang SMP.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Jumat 4 September 2026, Cek Lokasi, Syarat dan Biayanya
Eka menyebut kebutuhan sekolah di kawasan tersebut terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan Dindikbud dalam menempatkan sekolah baru agar dapat menampung peserta didik yang berasal dari wilayah sekitar.
“Jadi seharusnya di situlah lokasi tepat di bangun SMP 25 untuk mengakomodir lulusan, berikut mempertimbangkan pertumbuhan penduduk. Sementara ini, peserta didik domisili Serua ke SMPN 23-24 Serua Indah,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, warga Komplek Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, menolak rencana pembangunan gedung SMPN 25 di wilayahnya. Warga menilai terdapat persoalan terkait aspek tata ruang yang menurut mereka belum memenuhi standar. Warga mempersoalkan rencana pembangunan gedung sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar 2.500 meter persegi. Dengan luas tersebut, bangunan direncanakan mencapai empat lantai dan menampung sekitar 1.000 siswa. Warga menilai kapasitas tersebut perlu dikaji kembali karena berada di dalam kawasan permukiman terlebih dengan akses jalan yang relatif sempit.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Martha Lena menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi. Menurutnya, untuk langkah awal, akan dilakukan pengkajian secara menyeluruh.
“Kita akan lakukan dulu evaluasi terhadap lalinnya kalau sudah ada permohonan dari Dinas Cipta Karya mengajukan. Kalau memang diperlukan peningkatan infrastruktur nanti coba kita diskusikan dengan Dinas SDABMBK,” bebernya.
Walaupun begitu, Martha menerangkan terdapat sejumlah skenario yang dapat dilakukan salah satunya dengan menerapkan sistem satu arah (SSA).
Baca Juga: SMPN 25 Ditolak Warga, Pemkot Tangsel Tak Punya Opsi Lain
“Kalau pun misalnya tidak dilakukan pelebaran jalan, misalnya dilakukan rekayasa dalam sistem satu arah atau sejenisnya, itu pasti juga tidak dilakukan. Nanti mana yang dibuat skenariolah pasti. Oleh karena itu, kita optimalkan dulu nih infrastruktur yang ada existing,” sebutnya.
Martha menuturkan, proses pengkajian nantinya dapat berlanjut hingga dilakukan analisa oleh konsultan terkait.
“Tadi saya meninjau lokasi itu seperti apa, aksesnya seperti apa. Jadi kalau itu kan kita kan perlu datanya dulu jelas. Sistemnya seperti apa, misalnya nanti jam masuknya ke berapa, kan ada banyak yang harus kita siapkan, kita datanya dulu. Nanti baru kita bisa lakukan analisa oleh konsultan,” pungkasnya. (eko)
























