SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menyelesaikan pembangunan Daerah Irigasi (DI) tahun anggaran 2025-2026, sepanjang 88,7 kilometer. Alokasi anggaran yang digunakan, sekira Rp520,83 Miliar dari APBN dan APBD.
Diketahui, alokasi anggran yang digunakan Pemprov Banten dari postur APBD sebesar Rp48,91 Miliar, untuk membangun sekira 6,90 kilometer dengan luasan cakupan air sekira 881,28 hektare.
Sedangkan anggaran yang gelontorkan Pemerintah Pusat, dari postur APBN sebesar Rp471,92 Miliar, dengan luasan DI yang sudah dan akan dibangun sekira 81,80 kilometer dengan luasan cakupan air sekira 9.259 hektare.
DI yang sudah selesai dibangun itu, tersebar di beberapa wilayah di Banten, yaitu di Cisata, Cilember dan Cisangu Atas di Kabupaten Pandeglang, DI Cibinuangeun dan Cikoncang di Kabupaten Lebak, DI Ciwuni di Kabupaten Serang, serta DI Cilampek di Kabupaten Tangerang.
Total panjang jaringan irigasi yang ditangani, mencapai 6,90 kilometer dengan luas layanan mencapai 881,28 hektare sawah.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan DI itu sejalan dengan tujuan program Pemerintah Pusat, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, untuk mendukung program swasembada pangan.
Baca Juga: Pemprov Banten Realisasikan Program RTLH di Kabupaten Pandeglang
Melalui dukungan APBN itu, lanjutnya, pemerintah melakukan penanganan terhadap 12 daerah irigasi dengan panjang sekitar 81,80 kilometer dan luas layanan mencapai 9.259 hektare. Total pagu anggaran yang dialokasikan, mencapai Rp471,92 Miliar.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut, turut meningkatkan cakupan layanan irigasi di Provinsi Banten. Andra menyebut, luas layanan irigasi meningkat dari sebelumnya 52,5 persen menjadi 62,45 persen.
“Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Andra, pembangunan irigasi harus dilanjutkan dengan penanganan kawasan hulu, guna memastikan ketersediaan air tetap terjaga, terutama ketika memasuki musim kemarau.
“Kalau irigasinya sudah baik, tinggal kita tangani di wilayah hulunya. Sehingga ketika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, stok air ke persawahan tetap mengalir dan petani bisa terus meningkatkan produktivitasnya,” tambahnya.
Andra menjelaskan, selain memperkuat infrastruktur pengairan, Pemprov Banten juga akan mendorong peningkatan produktivitas pertanian, melalui perluasan penerapan Modern Advanced Agricultural System (MAAS) dari Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Banyak Efisiensi, Pembahasan APBD Perubahan Pemprov Banten Molor
Melalui sistem tersebut, produktivitas hasil pertanian ditargetkan meningkat dari sekitar 6 ton menjadi 12 ton per hektare. Peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan, dengan perlindungan lahan persawahan, perbaikan jaringan irigasi, penataan kawasan hulu, serta menjaga harga pupuk dan hasil pertanian.
“Lahan persawahan kita lindungi, saluran irigasi kita perbaiki, wilayah hulu kita tata, harga pupuk dan padi kita jaga, produktivitas kita tingkatkan dan petani akan semakin sejahtera. Itulah komitmen kami,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, penguatan jaringan irigasi akan terus dilakukan, termasuk penataan kawasan hulu.
Jaringan irigasi, sejatinya tidak menciptakan air. Ketersediaan air tetap ditentukan oleh sumber air, debit hujan dan kondisi musim. Oleh karena itu, jaringan irigasi berfungsi memastikan air yang tersedia dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan petani.
“Manfaat dari pembangunan ini bukan hanya selesainya pembangunan fisik, tapi lebih dari itu para petani harus merasakan air yang tersedia dari sumber dapat dialirkan lebih lancar teratur dan efisien,” ujarnya.
Arlan mengatakan, perbaikan saluran juga dapat menekan kehilangan air. Pengoperasian pintu-pintu pembagi membuat distribusi air ke lahan pertanian dapat diatur dengan lebih baik.
“Kehilangan air akibat saluran dapat ditekan. Tapi dengan pembangunan irigasi ini, air dapat dioperasionalkan melalui pintu-pintu yang dibagi,” imbuhnya. (adib)
























