SATELITNEWS.COM, SERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana, Rabu (2/9/2026). Mereka akan bertugas selama dua minggu.
Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, mengatakan tim kesehatan tersebut akan diberangkatkan pada Kamis (3/9/2026) dan bertugas selama kurang lebih dua pekan.
“Besok dari tim kesehatan PMI Provinsi Banten akan diberangkatkan ke NTT, yaitu ke Kabupaten Ngada. Ini di bawah koordinasi PMI Pusat,” kata Tatu, Rabu (2/9/2026).
Tatu menuturkan, bahwa PMI Pusat menugaskan tenaga kesehatan dari delapan PMI provinsi untuk membantu penanganan masyarakat terdampak di wilayah tersebut. Kedelapan provinsi itu yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.Khusus dari Banten, PMI mengirimkan tiga tenaga kesehatan yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat.
“Mereka akan bertugas dua minggu ke depan. Dari Banten besok pagi akan berangkat,” ujarnya.
Selain mengirimkan tenaga medis, PMI Banten juga membekali tim tersebut dengan obat-obatan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama berada di lokasi bencana.
Menurut Tatu, jumlah obat yang dibawa mencapai sekitar 130 kilogram.
Baca Juga: PMI Banten Siapkan 6 Juta Liter Lebih Air Bersih Bagi Daerah Terdampak Kekeringan
“Tenaga kesehatan tentunya karena ditugaskan oleh PMI Pusat untuk fokus ke pengobatan masyarakat, membantu masyarakat yang terdampak. Tim kesehatan ini juga membawa obat yang sudah disiapkan. Kurang lebih 130 kilogram obat yang dibawa ke sana,” tuturnya lagi.
Tatu menyebutkan, kondisi di Kabupaten Ngada membutuhkan dukungan tenaga kesehatan tambahan lantaran jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 orang.
Banyaknya pengungsi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Terlebih, tenaga kesehatan setempat juga berpotensi menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak bencana.
“Kalau sudah 5.000, biasanya tenaga kesehatan setempat juga terdampak. Mereka atau keluarganya terdampak, sehingga tidak fokus untuk mengobati masyarakat. Biasanya dari luar yang didatangkan ke lokasi,” ungkap Tatu.
Tatu mengungkapkan, dalam penanganan bencana, PMI biasanya terlibat dalam berbagai kebutuhan kemanusiaan, mulai dari pelayanan kesehatan hingga penyediaan air bersih. Namun, untuk penugasan kali ini, PMI Banten secara khusus diminta mengirimkan tenaga kesehatan.
“Biasanya kalau bencana alam, untuk pengobatan yang terdampak, terus air bersih. Pemerintah pusat biasanya sudah membagi-bagi tugas. PMI Provinsi Banten dimintanya untuk tenaga kesehatannya,” pungkasnya.
Baca Juga: PMI Banten Jadi Percontohan Sertifikasi Nasional
Terkait dukungan pembiayaan untuk misi kemanusiaan tersebut, Tatu mengatakan PMI Banten memiliki dana cadangan dari program Sahabat PMI.
Dana tersebut, untuk sementara digunakan guna mendukung kebutuhan pengiriman tim kesehatan ke NTT. Selanjutnya, biaya tersebut akan diganti atau direimburse oleh PMI Pusat.
“Informasi dari PMI Pusat nanti direimburse. Nanti akan kami kembalikan ke dana kas Sahabat PMI,” pungkasnya. (sidik)
























