SATELITNEWS.COM, SERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, menyiapkan sebanyak 6 Juta liter lebih bantuan berupa air bersih, ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut dilakukan, sebagai upaya membantu masyarakat, yang mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih selama kemarau, yang fokuskan ke daerah-daerah yang mengalami krisis air akibat minimnya sumber air.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, saat apel gelar pasukan sekaligus launcing distribusi air bersih dalam operasi kekeringan dampak El Nino, Senin (20/7/2026).
Tatu mengatakan, apel gelar pasukan dan armada dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana kekeringan, serentak se Indonesia sesuai instruksi dari PMI pusat untuk 11 bulan ke depan.
Kata Tatu, PMI Provinsi Banten telah melakukan mapping wilayah, yang akan membutuhkan air bersih khususnya untuk kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi kemarau panjang.
“Jadi kita siapkan 6 Juta liter lebih air bersih, yang akan disalurkan selama 11 bulan, untuk delapan kabupaten kota di 54 kecamatan. Jadi, serentak di delapan kabupaten kota se Provinsi Banten akan kita laksanakan,” tambah Tatu, usai memimpin apel pagi dan gelar pasukan, di Markas PMI Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Tampung Bantuan Air Bersih, Warga Sukaresmi Pandeglang Kumpulkan Ember dan Galon
Mantan Bupati Serang dua periode tersebut menuturkan, distribusi air bersih akan dilakukannya menggunakan mobil tangki air, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.
Selain itu, perusahaan juga akan dikerjasamakan, untuk ikut membantu masyarakat yang kesulitan air bersih salama kemarau.
“Kita tidak bekerja sendiri, mengajak mitra-mitra kami seperti Dinkes, BPBD, Dinsos, dan pemetaan dari BPBD juga tentunya kita dampingi, kemudian dari perusahaan sekarang ini turun bersama yakni PT Indah Kiat Pulp And Paper. Kami berharap ada perusahaan-perusahaan lain, bisa bersama-sama membantu menangani persoalan ini,” ujarnya.
Tatu juga menyampaikan relawan PMI kabupaten kota akan segera dibentuk yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima air bersih selama kemarau.
“Relawan di kabupaten kota nanti dibentuknya, disesuaikan dengan kebutuhan, mungkin ada yang sedikit relawannya ada juga yang banyak,” ujarnya lagi.
Kata Tatu, sementara hanya fokus pada memberikan bantuan air bersih, apabila terdapat kebutuhan lain yang dibutuhkan masyarakat akan disesuaikan untuk diberikan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Tagana dan BSR Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Ponpes Raudhatul Alfalah Pandeglang
“Sekarang baru air bersih, mungkin biasanya kita sesuaikan saja dengan kebutuhan masyarakat, armada kami di PMI Banten sudah standby ya ada tiga jumlahnya, satu sudah di Pandeglang,” pungkasnya.
Tatu menngungkapkan, di Provinsi Banten biasanya jika terjadi kekeringan saat kemarau, Kabupaten Serang termasuk salah satu yang terparah sebab di wilayah Serang Utara, untuk persoalan air bersih masih menjadi permasalahan.
“Kekeringan biasanya Serang juga termasuk parah ya, karena di Serang Utara itu untuk air bersih kita tahu ya masih agak menjadi persoalan, dan kalau musim kering ini ya akan semakin parah,” pungkasnya. (sidik)




























