SATELITNEWS.COM, SERANG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, masih berada pada level Siaga (Level III). Sejak 4 September 2026, petugas Pos Pantau mencatat sedikitnya 14 kali letusan, dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter (mm).
Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deni, mengatakan aktivitas erupsi sempat berlangsung secara menerus, dalam durasi cukup panjang. Erupsi menerus terlama tercatat mulai 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
“Sejak tanggal 4 September 2026 tercatat 14 kali letusan dengan amplitudo maksimum 70 milimeter. Untuk erupsi menerus terlama terjadi sejak 4 September pukul 23.07 sampai 6 September pukul 00.04,” ujar Deni, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, seiring erupsi menerus, suara dentuman yang sebelumnya terdengar juga ikut mereda.
“Seiring erupsi menerus berhenti, dentuman juga berhenti,” tandadnya.
Meski demikian, kondisi Gunung Anak Krakatau masih harus diwaspadai. Status gunung api tersebut hingga saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga. (sidik)
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
























