SATELITNEWS.COM, SERANG – Tim gabungan menemukan life jaket atau pelampung dan botol tabung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026). Namun, temuan itu belum bisa dikaitkan dengan peristiwa hilangnya rombongan wartawan di perairan Selat Sunda.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut Pelaut (P) Wawan Subagjo membenarkan tim gabungan sempat menemukan pelampung dan botol tabung berwarna putih. Namun, hal itu belum bisa dikaitkan dengan peristiwa hilangnya rombongan wartawan di Selat Sunda.
“Dilokasi ditemukan sementara itu baru satu buah life jaket tanpa identitas, dan satu buah botol tabung putih, yang sepertinya diduga hari itu masih digunakan oleh nelayan. Jadi kita tidak bisa langsung memiki bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban,” katanya.
Wawan menerangkan, posisi life jaket ditemukan di sisi Barat dari perairan Anyer kurang lebih jarak 7.5 Nautical Mile (NM). Temuan itu akan dikumpulkan dan dilakukan proses identivikasi oleh tim guna memastikan ada kaitan dengan peristiwa saat ini atau hal lainnya.
“Untuk kepastiannya, nantikan seluruh temuan dari rekan-rekan yang dilapangan nanti akan dikumpulkan di posko untuk verifikasi terlebih dahulu sebelum kita merilis apakah itu benar berkaitan dengan barang milik korban atau bukan, jadi kita tidak akan membuat statemen yang membuat keraguan atau spekulasi yang bersifat liar,” katanya.
Dalam pelaksanaan operasi, pencarian dilakukan dengan mengutamakan unsur laut dan udara. Namun demikian, seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel serta kondisi di lapangan.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Sebagaimana disampaikan Bapak Kabasarnas, pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan operasi udara, tim juga telah melakukan pencarian di wilayah perairan. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian.
Selain itu, pihaknya juga memberikan trauma healing berupa dukungan psikososial kepada keluarga korban. Pendampingan ini dilakukan agar keluarga mendapatkan penguatan dan dapat lebih ikhlas dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
“Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” katanya.
Hingga Operasi SAR hari ketiga berlangsung, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian dan Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di wilayah Perairan Selat Sunda.
Adapun sarana pencarian yang diterjunkan yaitu, KN SAR Tetuka terdiri dari 10 All Crew Tetuka, satu Crew Drupada, enam Rescuer, satu Kasubdit Patroli Airud, dua Airud, lima Bakamla, empat KSOP, satu Media Liputan 6, saty Keluarga Korban
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
Kemudian Kapal Perang (KP) SANJAYA terdiri dari 27 ABK, empat Polairud Banten, dua Rescuer KPP Banten, satu Jurnalis Merdeka, dan Keluarga Korban. Selanjutnya RIB 02 Banten terdiri dari empat orang yaitu satu Airud Panimbang, satu Brimob, satu BPBD Pandeglang, dan satu Potensi.
Kemudian KM Arupadhatu 2 tujuh orang, KM Asyifa 5 orang, Crew Basudewa 17 orang, TNI AD (143) tiga orang, Polairud KP Hayabusa 2 orang, Polairud Polda Banten empat orang, Brimob satu orang, BPBD satu orang, AFP(Kantor Berita Prancis) satu orang, FRL enam orang, KNP 5244 lima orang.
Selanjutnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Karambit membawa dua wartawan CNN, tiga wartawan Antara, satu wartawan Kompas, dan dha Dispen Lanal TNI AL. (adib)
























