SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Universitas Raharja Tangerang menegaskan komitmennya mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam proses pendidikan dan kurikulum. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk membekali mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi sekaligus tuntutan dunia kerja yang terus berubah.
Rektor Universitas Raharja, Prof Dr Po Abas Sunarya, M.Si., mengatakan pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diikuti institusi pendidikan.
“Raharja selalu tampil di depan. Kita harus mewajibkan kecerdasan buatan itu menyertai di dalam program pendidikan, kurikulum, dan lain sebagainya,” kata Po Abas dalam kegiatan Pengenalan Program Studi dan Kampus (Prospek) tahun akademik 2026/2027.
Menurut dia, AI telah menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara tepat.
Penggunaan AI, kata Po Abas, dapat mendukung berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari pengolahan informasi, penelaahan hingga perumusan.
“Karena buat kita AI itu adalah mutlak. Hal-hal yang kekinian harus kita sertai dengan kecerdasan buatan agar bagaimana bisa mengikuti perkembangan,” ujarnya.
Po Abas mengatakan Universitas Raharja telah mempersiapkan fasilitas pendukung teknologi AI sejak teknologi tersebut mulai berkembang. Ia menyebut kampusnya bahkan telah menyediakan ruangan khusus sejak 2015.
Baca Juga: Universitas Raharja Tangerang Perkuat Daya Saing Mahasiswa Lewat Seminar Internasional AI
“Awal-awal AI mulai digaungkan, tahun 2015 kita sudah menyiapkan ruangannya khusus,” jelasnya. Ia menegaskan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi. Menurutnya, keberhasilan kampus tidak semata-mata diukur dari banyaknya lulusan, tetapi juga dari kualitas dan kiprah alumni setelah memasuki dunia kerja.
“Kita tidak bangga dengan banyaknya lulusan, tapi begitu bangga alumni kita yang diterima di dunia kerja, dunia segala macam, dunia yang hal-hal positif,” tuturnya.
Di tengah dorongan penguasaan teknologi, Universitas Raharja juga menekankan pentingnya disiplin dan integritas mahasiswa. Pesan itu disampaikan Po Abas dalam kegiatan Prospek yang menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Ia mengatakan orientasi mahasiswa baru tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan kampus dan program studi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai kewajiban dan tanggung jawab mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Di dalam pengenalan kampus itu bukan hanya kita ikut berkuliah saja, tapi tahu dalamannya. Bagaimana kewajiban seorang mahasiswa selama menuntut ilmu,” katanya.
Po Abas berharap mahasiswa Universitas Raharja memiliki kompetensi sesuai bidang studinya sekaligus karakter dan integritas yang kuat ketika memasuki dunia profesional.
Baca Juga: Lulusan Universitas Raharja Diminta Implementasikan Ilmu Demi Kemaslahatan Publik
“Kita keras dalam disiplin. Jangan coba-coba kamu lulusan Universitas Raharja nantinya kena korupsi, saya cabut ijazahnya,” tegasnya.
Menurut dia, penguasaan AI harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, kata dia, tidak akan cukup tanpa disiplin, tanggung jawab, dan integritas.
Pemkot Tangerang Dorong Kolaborasi Kampus
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Universitas Raharja. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki semangat belajar dan keyakinan dalam mengejar cita-cita.
Sachrudin menilai generasi muda saat ini merupakan calon pemimpin masa depan sehingga perlu dibekali ilmu, semangat belajar, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
“Anak muda sekarang ini pemimpin masa depan. Memang harus kita bekali dengan ilmunya, kemudian semangat belajarnya,” ujar Sachrudin.
Ia juga mengapresiasi Universitas Raharja yang terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Sachrudin, keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan Kota Tangerang. Peran tersebut tidak terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga mencakup edukasi kepada masyarakat serta penyediaan informasi yang baik dan benar.
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media atau konsep pentahelix diperlukan untuk menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menyiapkan regenerasi.
“Kolaborasi pentahelix ini pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, termasuk media begitu penting untuk menghadapi tantangan bukan hanya hari ini, tapi ke depan,” katanya.
Sachrudin menilai lulusan Universitas Raharja telah tersebar di berbagai instansi dan menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, ia mendorong kampus untuk terus melakukan inovasi dan tidak cepat berpuas diri.
“Kita tidak boleh stuck, tidak boleh berhenti, tidak boleh cepat puas. Tapi terus melakukan langkah-langkah dan loncatan-loncatan untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.
Integrasi AI, penguatan karakter, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memiliki kompetensi dan integritas untuk menghadapi kebutuhan masa depan. (made)
























