SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Universitas Raharja Tangerang terus memperkuat kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja dan dunia usaha serta industri (DUDI). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar seminar nasional, seminar internasional, dan berbagai workshop edukatif yang selaras dengan perkembangan teknologi.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui seminar internasional bertajuk “Artificial Intelligence for Smart Society and Digital Transformation” yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Raharja di Aula Raharja, Selasa (23/6/2026).
Seminar menghadirkan dua akademisi internasional, yakni Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi, University Professor and Researcher INTI International University, Malaysia, serta Ir. Andry Chowanda, S.Kom., M.M., Ph.D., MBCS, CME, IPM, SMIEEE, Head of Computer Science Department BINUS University. Kegiatan dipandu oleh Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Raharja Prof. Dr. Ir. Henderi, S.Kom., M.Kom., IPU sebagai moderator.
Rektor Universitas Raharja, Prof. Dr. Po. Abas Sunarya, mengatakan penyelenggaraan seminar bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, seluruh program kerja tahunan Universitas Raharja, mulai dari bidang operasional, pembelajaran, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat, dirancang untuk memenuhi bahkan melampaui standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi. “Dikti mensyaratkan harus ada ini-itu, kita tambahkan boleh. Lebih boleh, kurang tidak boleh,” ujar Abas.
Ia menjelaskan, melalui standar operasional prosedur (SOP) internal, setiap program studi diwajibkan menyelenggarakan sedikitnya satu seminar nasional setiap semester dan satu seminar internasional setiap tahun. Dengan 13 program studi yang dimiliki, Universitas Raharja sedikitnya menggelar 13 seminar internasional setiap tahunnya.
Baca Juga: Lulusan Universitas Raharja Diminta Implementasikan Ilmu Demi Kemaslahatan Publik
Abas menegaskan, orientasi utama kampus bukan hanya mencetak lulusan dalam jumlah besar, melainkan memastikan alumni memiliki daya saing sehingga mudah terserap di dunia kerja. “Kami tidak bangga karena mencetak sarjana sebanyak-banyaknya. Kami lebih bangga jika semakin banyak alumni Universitas Raharja yang terserap di berbagai bidang pekerjaan,” katanya.
Berdasarkan hasil penelusuran alumni yang dilakukan secara berkala, sekitar 500 lulusan setiap angkatan mayoritas berhasil memasuki dunia kerja. Menurut Abas, hal tersebut tidak terlepas dari pembelajaran yang terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui seminar internasional bertema kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Tema ini dipilih karena dinilai menjadi isu strategis yang kini memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Sementara, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Raharja, Ruli Suprianti, S.Kom., M.T.I., mengatakan perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga mahasiswa perlu terus memperbarui wawasan agar mampu mengikuti kebutuhan industri.
“Harapannya, melalui seminar internasional ini mahasiswa Universitas Raharja semakin menambah wawasan dan pengetahuan di bidang Artificial Intelligence sehingga selalu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, seminar ini diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai semester. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi AI yang kini menjadi bagian penting dalam transformasi digital.
Baca Juga: Universitas Raharja Jadi Tuan Rumah Penguatan Kekayaan Intelektual Kampus di Banten
Selain memperluas wawasan, keikutsertaan mahasiswa dalam seminar juga memberikan manfaat akademik. Sertifikat dan kehadiran peserta akan dikonversi menjadi poin penilaian yang menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti sidang skripsi.
Abas berharap pemanfaatan teknologi, khususnya AI, tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Mahasiswa adalah kaum intelektual yang dididik untuk menghasilkan hal-hal positif sehingga dapat menjadi contoh dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya. (made)
