SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Universitas Raharja Tangerang kembali wisuda lulusannya pada Senin (25/5/2026). Ada pun jumlah wisudawan yang dilantik pada tahun ini mencapai 373 lulusan, terdiri dari jenjang DIII sebanyak 8 orang, jenjang Sarjana atau S1 berjumlah 341 orang serta Program Magister atau S2 sebanyak 24 wisudawan. Prosesi wisuda kembali digelar di Grandballroom, Hotel Novotel.
Rektor Universitas Raharja, Prof Dr Po Abas Sunarya menyampaikan momentum sakral ini bukan sekadar menjadi upacara seremonial kelulusan, melainkan sebuah gerbang awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan riil di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para mahasiswa merupakan modal awal perjuangan hidup yang sesungguhnya. Untuk itu dirinya mengimbau agar seluruh ilmu yang telah ditimba selama masa perkuliahan dapat diimplementasikan demi kemaslahatan publik, bukan untuk kepentingan ego sentris.
Abas juga menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi, baik yang menempuh jalur Diploma, Sarjana, hingga Pascasarjana. “Lulus ini bukan merupakan bagian akhir, ini adalah awal dari perjuangan dalam kehidupan seorang. Harapan kita, ilmu yang mereka tempuh selama tiga tahun, empat tahun, bahkan lebih, hendaknya bisa diimplementasikan di masyarakat dengan benar,” ujar Prof. Po Abas.
Ia juga mengingatkan kembali esensi dari janji wisudawan yang telah diikrarkan bersama. Rektor menekankan agar para alumni memegang teguh integritas moral dengan tidak menyalahgunakan ilmu demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Sebaliknya, alumni Universitas Raharja harus mampu menjadi mentor, membawa kesuksesan, serta membanggakan keluarga, bangsa, dan negara.
Dari total 373 wisudawan yang dikukuhkan, prosesi wisuda kali ini terasa istimewa dengan hadirnya lulusan perdana dari program studi rumpun ilmu keguruan yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.
Meskipun secara kuantitas jumlah lulusan perdana ini masih relatif sedikit Abas optimistis rumpun ilmu baru ini akan terus berkembang pesat. Pihak rektorat berkomitmen untuk memantau ketat rasio dan relevansi pendirian program studi agar selalu selaras dengan kebutuhan zaman.
“Semua ilmu itu tentu saja sudah kita kaji pada saat pembentukan. Bagaimana ke depan dan apa yang dibutuhkan oleh negeri ini. Rasio dan lain sebagainya itu saya pantau betul agar ada ketepatan di dalam kita memilih dan mendirikan program studi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menghadapi laju perkembangan zaman dan teknologi yang kian dinamis, Universitas Raharja menuntut para lulusannya untuk tidak pasif. Wisudawan diharapkan memiliki daya adaptasi yang tinggi agar mampu mentransformasikan iklim akademis kampus ke dalam realitas sosial.
Abas menjabarkan bahwa alumni harus mampu menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dan industri atau DUDI, menjadi tenaga kerja terampil yang inovatif atau menciptakan lapangan kerja baru maupun menjadi konseptor dan penggerak roda pembangunan regional di daerah masing-masing. ” Menjadi teladan (role model) dan mentor bagi warga yang belum berkesempatan mengecap bangku pendidikan tinggi,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai keunggulan Universitas Raharja di tengah ketatnya persaingan antarperguruan tinggi, ia menanggapi dengan bijak. Menurutnya, predikat unggul bersifat relatif dan bergantung pada penilaian masyarakat selaku pengguna lulusan. Namun, fokus utama Raharja adalah menjaga passion institusi dalam mencetak SDM berkualitas tinggi.
“Menurut saya, semua pengelola pendidikan tinggi punya tujuan yang satu: bagaimana menghasilkan lulusan yang the best, yang bisa mengubah keadaan paling tidak berubah untuk dirinya sendiri dari sebelum masuk kuliah hingga lulus,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan mutu akademik di Universitas Raharja selalu berpijak pada kajian ilmiah yang matang, masukan konstruktif dari berbagai pihak, serta konsistensi dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Bersama modal tersebut, Universitas Raharja optimistis para alumni barunya siap menjadi motor penggerak kemajuan daerah di masa depan. (made)