SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang memastikan komitmennya dalam memberikan pendampingan menyeluruh kepada perempuan dan anak korban tindak kekerasan, mulai dari proses pelaporan hingga perkara memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sophian, mengatakan pendampingan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk psikolog, praktisi hukum, hingga aparat penegak hukum apabila kasus berlanjut ke proses peradilan.
“Sejak korban melakukan pelaporan, kami langsung melakukan asesmen bersama psikolog dan praktisi hukum. Apabila kasus berlanjut ke aparat penegak hukum, kami tetap memberikan pendampingan hingga perkara memperoleh putusan inkracht di pengadilan,” ujar Tihar usai Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Kota Tangerang di Aula Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kasus yang didampingi DP3AP2KB. Bahkan, dua perkara yang melibatkan anak sebagai korban masih menjalani proses persidangan. “Saat ini masih ada proses di pengadilan. Kemarin ada dua kasus anak yang sedang berjalan dan mudah-mudahan putusannya berpihak kepada anak-anak yang menjadi korban tindak kekerasan,” katanya.
Tihar menegaskan, pendampingan terhadap korban merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung. Selain penanganan kasus, Pemerintah Kota Tangerang juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang telah dibentuk hingga tingkat RT dan RW.
Menurut Tihar, keberadaan PATBM menjadi garda terdepan dalam mendeteksi secara dini potensi kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masyarakat. “Harapan kami, PATBM menjadi bagian dari deteksi dini dan pencegahan terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dalam mewujudkan perlindungan yang optimal,” ujarnya.
Baca Juga: 106 Pasangan Ikuti Isbat Nikah di Kota Tangerang, Nonmuslim Ikut Pencatatan
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang mempertahankan sekaligus meningkatkan predikat Kota Layak Anak. Tihar menilai, keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh unsur pentahelix.
Pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Kota Tangerang, pemerintah juga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, seperti penyerahan kursi roda, sepatu khusus, hingga Kartu Identitas Anak (KIA). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang bersama dunia usaha dan berbagai mitra sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak agar mampu meraih masa depan terbaiknya.
“Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak hebat Kota Tangerang. Teruslah belajar dan raihlah cita-cita setinggi langit. Jadilah generasi yang berkarakter, kreatif, peduli terhadap lingkungan, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Hormati orang tua dan guru, serta sayangi teman-teman kalian,” pesan Herman.
Menurut Herman, tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi hingga berbagai persoalan sosial yang memerlukan perhatian dan pendampingan dari semua pihak. “Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua untuk menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak. Dampingi dan bimbing mereka dengan penuh kasih sayang. Begitu pula sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun penyalahgunaan narkoba. Dengan kolaborasi tersebut, kita dapat mewujudkan masa depan terbaik bagi setiap anak,” ujar Herman.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menerima Piagam Suara Anak Indonesia (SAI) dari perwakilan Forum Anak Kota Tangerang. Dokumen tersebut berisi aspirasi, kebutuhan, dan harapan anak-anak yang dihimpun secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga nasional sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan yang semakin berpihak kepada anak.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Layanan KB Gratis, Ini Waktunya
Herman menyampaikan apresiasi kepada Forum Anak Kota Tangerang beserta Forum Anak di tingkat kecamatan dan kelurahan yang terus menjadi ruang partisipasi anak dalam pembangunan. “Saya mengapresiasi Forum Anak Kota Tangerang yang telah menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor. Kalian tidak hanya menjadi teladan melalui berbagai kegiatan positif, tetapi juga menyampaikan aspirasi dan gagasan yang menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang lebih ramah dan berpihak kepada anak,” ungkapnya.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, Pemkot Tangerang bersama TP PKK Kota Tangerang turut menyerahkan bantuan kepada anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, berupa lima Kartu Identitas Anak (KIA), tiga unit kursi roda, serta tiga pasang sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO).
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas anak-anak hari ini. Untuk itu, Pemkot Tangerang akan terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang memastikan setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
“Anak-anak adalah harapan sekaligus investasi terbesar bangsa. Menyiapkan masa depan terbaik bagi mereka bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita pastikan setiap anak Kota Tangerang tumbuh sehat, bahagia, terlindungi, dan mampu menggapai cita-citanya,” tutup Herman. (made)

















