SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dua pekan tanpa hujan mulai memunculkan dampak serius di Kabupaten Tangerang. Bukan hanya lahan pertanian yang mengering, UPT Puskesmas Panongan kini juga mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut memaksa petugas menghemat penggunaan air agar pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan pasien hingga persalinan, tetap berjalan normal di tengah kemarau panjang, Rabu (22/7/2026).
Petugas Kesehatan UPT Puskesmas Panongan, Jainal Abidin, mengatakan, wilayah Kecamatan Panongan sudah sekitar dua pekan tidak diguyur hujan. Akibatnya, sumber air bersih di sekitar puskesmas semakin terbatas sehingga pasokan air yang selama ini mengandalkan sumur tidak lagi mencukupi kebutuhan operasional.
“Lingkungan Ciapus ini memang zonanya tidak ada sumber air yang besar, sedikit sekali. Selama ini kita mengandalkan sumber air dari sumur saja,” ujar Jainal kepada Satelit News, Rabu (22/7).
Menurut Jainal, air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam pelayanan kesehatan. Selain digunakan untuk kebutuhan sanitasi, air juga dibutuhkan dalam pemeriksaan pasien, tindakan medis, hingga pelayanan persalinan. Karena pasokan air berkurang, pihak puskesmas kini menerapkan penghematan penggunaan air agar seluruh pelayanan tetap dapat diberikan kepada masyarakat.
Dalam kondisi normal, lanjut Jainal, UPT Puskesmas Panongan membutuhkan sekitar 7.000 liter air bersih setiap hari untuk menunjang operasional.
“Ketersediaan air bersih sangat vital untuk melayani pasien, kunjungan pasien, dan pelayanan kesehatan lainnya. Terutama untuk tindakan persalinan dan pelayanan medis. Normalnya setiap hari kami membutuhkan sekitar 7.000 liter air bersih,” jelasnya.
Baca Juga: Kekeringan Melanda Pagedangan Tangerang, 200 KK Krisis Air Bersih
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan tersebut, Puskesmas Panongan mengajukan bantuan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Pada Rabu (22/7), PMI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih dalam dua kali pengiriman.
“Untuk mendukung kebutuhan air bersih, kami dibantu PMI dan BPBD Kabupaten Tangerang. Hari ini, seperti sebelumnya, kami menerima bantuan 10.000 liter air bersih,” katanya.
Jainal berharap musim kemarau segera berakhir sehingga ketersediaan air bersih kembali normal dan pelayanan kesehatan tidak lagi terkendala.
Sementara itu, Petugas PMI Kabupaten Tangerang, Chandra Sutikno, mengatakan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak Puskesmas Panongan. Pengiriman dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan total 10.000 liter air bersih.
“Hari ini kami melakukan dua kali pengisian dengan total 10.000 liter air, sesuai permintaan dari pihak puskesmas. Pengisian dimulai sejak pagi,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, hingga saat ini baru Puskesmas Panongan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada PMI. Meski demikian, PMI siap mendistribusikan air bersih apabila ada permintaan dari fasilitas kesehatan maupun permukiman warga yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Makan Bersama Siswa SD, Bupati Tangerang Sosialisasikan Pangan ASUH
“Kami menunggu informasi selanjutnya. Bila ada permintaan, PMI Kabupaten Tangerang siap melayani distribusi air bersih,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya telah mendata sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Hingga saat ini terdapat empat lokasi yang telah menerima bantuan air bersih dari BPBD.
“Yang sudah masuk data dan meminta pasokan air bersih serta telah kami salurkan ada empat lokasi, yakni Puskesmas Panongan, Perumahan Puri Harmoni 2 di Desa Serdang Kulon, Kampung Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, dan Perumahan Graha Citra di Kecamatan Legok,” katanya. (alfian/aditya)

















