SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pemandangan berbeda ketika melintas di Jalan WR Supratman maupun Jalan Merpati Raya, Kecamatan Ciputat Timur. Jika beberapa tahun lalu pandangan mata masih dipenuhi kabel telekomunikasi yang saling bertumpuk di atas jalan, kini langit terlihat lebih lapang. Tiang-tiang utilitas tak lagi dibebani gulungan kabel yang semrawut, sementara koridor jalan tampak lebih tertata.
Perubahan tersebut bukan terjadi dalam waktu singkat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) menjalankan program relokasi kabel utilitas telekomunikasi ke bawah tanah secara bertahap sejak 2022.
Program ini menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan yang tidak hanya memperbaiki estetika kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempermudah pemeliharaan jaringan utilitas, serta menciptakan ruang publik yang lebih nyaman.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengatakan relokasi kabel merupakan pekerjaan yang kompleks karena melibatkan banyak operator telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda-beda.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal tahun 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” ujar Robbi.
Menurut Robbi, Apjatel menunjuk kontraktor menyediakan jaringan saluran bawah tanah (ducting). Setelah seluruh jaringan aktif dan dipastikan berfungsi normal, barulah kabel udara lama diputus secara bertahap seluruhnya tidak menggunakan APBD.
Baca Juga: Kandang Ayam Dekat Permukiman, Warga Perumahan Alam Serua 2 Protes
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu prosesnya dilakukan bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.
Program penataan utilitas sebenarnya telah dimulai sejak 2022. Hingga pertengahan 2026, sedikitnya sembilan ruas jalan telah berhasil ditata melalui metode horizontal directional drilling (boring), di antaranya Jalan Ciater Raya, Parakan-Benda, Serua Raya, Cendrawasih Raya, Bhayangkara, Menjangan Raya, Merpati Raya, hingga sebagian koridor Jalan WR Supratman.
Sementara itu, sejumlah ruas lainnya masih berada pada tahapan penarikan kabel, pemutusan kabel udara secara bertahap, pemasangan jaringan HDPE, hingga survei perencanaan.
Robbi menjelaskan, keberhasilan penataan utilitas di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya menjadi contoh bahwa kolaborasi pemerintah daerah bersama Apjatel mampu menghadirkan perubahan nyata bagi wajah Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, manfaat penataan utilitas tidak hanya dirasakan dari sisi visual kota.
“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan penataan jaringan utilitas terus berlanjut pada koridor-koridor jalan utama kota lainnya secara bertahap hingga seluruh jaringan telekomunikasi dapat tertata lebih rapi.
Baca Juga: Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat
Robbi berharap masyarakat dapat mendukung proses tersebut meski pada tahap pelaksanaannya sempat menimbulkan gangguan lalu lintas akibat pekerjaan galian.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya bisa dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” tutup Robbi. (aan)

















