SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dikejutkan oleh keberadaan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran menggunakan senjata tajam.
Bagus, salah satu saksi mata mengatakan bahwa suasana sempat mencekam setelah lima pemuda yang melintas menggunakan sepeda motor dicurigai hendak memasuki kawasan permukiman.
“Jadi waktu mau sholat subuh tiba tiba anak segerombolan orang naik motor lima orang, saya juga hampir ketabrak. Saya tidak tau dari mana, bukan warga kami, mereka juga membawa senjata tajam,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Kata Bagus, warga kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan kelimanya.
Dari lima pemuda tersebut, dua di antaranya diketahui membawa senjata tajam jenis celurit.
“Dilakukan pengejaran, akhirnya dua orang tertangkap, tiganya sempat kabur tetapi akhirnya tertangkap lagi. Sajamnya ada dua, senjata tajam besar, ” katanya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya
Bagus menceritakan, peristiwa itu bermula ketika warga membuka palang pintu dan hendak melaksanakan salat Subuh, pada Sabtu, (5/9). Tiba-tiba, sekelompok pemuda yang berjumlah lima orang melintas menggunakan sepeda motor.
Gerak-gerik mereka yang mencurigakan membuat warga waspada. Bahkan, Agus mengaku hampir tertabrak saat kelompok pemuda tersebut melintas.
Situasi sempat memanas setelah sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Emosi warga bahkan nyaris berujung pada aksi main hakim sendiri.
Sejumlah ibu-ibu yang berada di lokasi terdengar meminta warga menahan diri agar tidak terjadi aksi kekerasan terhadap para pemuda tersebut.
Dalam upaya meredam situasi, warga mengambil langkah yang tidak biasa. Dua pemuda yang diduga membawa celurit diminta mengikuti salat Subuh bersama warga.
Ajakan tersebut bukan merupakan bentuk hukuman resmi, melainkan upaya warga menenangkan situasi sekaligus mencegah para pemuda menjadi sasaran amukan.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
Bagus mengatakan warga merasa cemas karena kawasan tersebut merupakan jalur yang kerap dilalui kelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran.
Ia mengaku khawatir aksi tawuran terjadi di sekitar permukiman dan warga justru menjadi korban salah sasaran.
“Disini cuma rawan, karena perlintasan ya, jadi suka ada beberapa kejadian tawuran,” jelasnya.
Kelima pemuda selanjutnya diserahkan kepada anggota Polsek Pondok Aren yang tiba di lokasi untuk menjalani pemeriksaan.
Dua senjata tajam jenis celurit dan dua unit kendaraan yang diduga digunakan para pemuda turut diamankan sebagai barang bukti.
Sementara, Kasie Humas Polsek Pondok Aren, Aipda Denny belum merespon saat dikonfirmasi peristiwa tersebut. (eko)
























