SATELITNEWS,COM, TANGERANG—Kebakaran hebat menghanguskan pabrik pengolahan biji plastik milik PT Techno Plastik Prima Perdana di Kampung Tobat RT 06/03, Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Minggu (6/9) siang. Besarnya api yang membakar pabrik menyebabkan kepanikan di kalangan warga sekitar pabrik. Warga mengungsikan barang berharganya lantaran khawatir api merembet ke rumah mereka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menjelaskan peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.18 WIB. Hingga Minggu sore pukul 17.48 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang belum sepenuhnya terkendali.
Untuk memadamkan kebakaran pabrik itu, pihaknya menerjunkan 12 unit mobil pemadam kebakaran, dengan diperkuat 48 personel. Belasan unit pemadam kebakaran itu berasal dari 2 unit dari Mako Curug, 1 unit dari Pos Tigaraksa, 2 unit Pos Cisoka, serta masing-masing 1 unit dari Pos Balaraja, Kronjo, Kelapa Dua, Rajeg, Sepatan, Pasar Kemis dan Legok.
“12 unit pemadam kebakaran sudah kita terjunkan untuk memadamkan api yang membakar pabrik plastik, ” katanya, Minggu (6/9).
Petugas di lapangan menyatakan hingga pukul 17.48 Wib, situasi di lokasi masih berstatus merah. Api belum sepenuhnya padam. Dia menyatakan belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Namun tidak ada korban jiwa atau luka dalam kebakaran tersebut.
“Situasi api masih membara dan penyebab kebakaran belum diketahui. Hanya dapat dipastikan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa ataupun luka,” ujar dia.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
Taufik menegaskan fokus BPBD Kabupaten Tangerang saat ini adalah memadamkan api secara menyeluruh, sehingga dapat dipastikan seluruh area pabrik aman dan kondusif. Dirinya juga meminta kepada warga sekitar untuk hati-hati.
“Saat ini yang paling penting terus dilakukan proses pemadaman,” katanya.
Komandan Peleton (Danton) BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin menambahkan akibat kebakaran, para warga yang berada di sekitar area pabrik juga turut sibuk mengevakuasi barang berharganya. Para warga takut api merembet hingga ke permukiman. Dalam kebakaran itu, kata Amurudin, tembok bangunan pabrik runtuh akibat dilalap api.
Dia menegaskan jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran serta kencangnya angin menyebabkan proses pemadaman menjadi lebih sulit.
”Karena ini pabrik plastik, material yang berada di dalam padat dan sangat mudah terbakar, itulah sebabnya api menyebar begitu cepat. Warga juga sempat mengevakuasi barang-barang miliknya, khawatir api merambat ke pemukiman warga, ” ungkap Amir. (alfian)























