SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo mendorong Pemerintah Kota Tangerang mengubah pola penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggunakan kajian berbasis potensi, bukan semata mengacu pada realisasi tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Arief, penetapan target PAD harus didasarkan pada kajian yang valid, akurat, dan akuntabel agar pemerintah daerah dapat mengetahui secara terukur potensi pendapatan yang sebenarnya.
Pendekatan konvensional dinilai berisiko membatasi ruang fiskal daerah, terutama ketika kebutuhan belanja meningkat di tengah efisiensi dan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat.
“Kita sudah harus mulai mengubah cara pandang kita terhadap penentuan target PAD. Dari yang sebelumnya hanya berpatokan kepada realisasi PAD tahun-tahun sebelumnya, menjadi melakukan kajian untuk menentukan secara valid, akurat, dan akuntabel sebenarnya potensi PAD kita itu ada di angka berapa,” ujar Arief.
Ia mengatakan kajian berbasis potensi juga diperlukan untuk mengidentifikasi batas maksimal pendapatan sekaligus berbagai kendala yang menyebabkan potensi tersebut belum optimal.
Hasil kajian selanjutnya dapat menjadi dasar penyusunan peta jalan dan tahapan kerja peningkatan kapasitas fiskal daerah.
Arief mencontohkan sektor retribusi sampah yang menurutnya belum memiliki kajian mengenai potensi penerimaan maksimal dari seluruh wilayah Kota Tangerang.
Baca Juga: Andri S Permana Soroti Jaring Pengaman Sosial dalam APBD Perubahan Kota Tangerang
“Contoh sederhana yang sering saya sampaikan: retribusi sampah. Berapa sebenarnya potensi maksimal retribusi sampah yang bisa kita kumpulkan dari seluruh Kota Tangerang? Nah, kan ini kita belum punya kajiannya,” katanya.
Karena itu, Arief mendorong Pemkot Tangerang segera melakukan kajian komprehensif terhadap berbagai sektor pendapatan. Dengan mengetahui potensi riil dan hambatan di setiap sektor, optimalisasi PAD diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran. (made)
























