Kamis, 3 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

DPRKP Dinilai Hambat Visi Misi Kepala Daerah, Pengamat: Gubernur Andra Harus Bersikap

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Selasa, 1 Sep 2026 13:09 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
BUTUH PERBAIKAN : Rumah warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, butuh perhatian, karena kondisinya dalam keadaan tidak layak. (ISTIMEWA)

BUTUH PERBAIKAN : Rumah warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, butuh perhatian, karena kondisinya dalam keadaan tidak layak. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Berkurangnya program bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten, terus mendapat sorotan.

Kali ini, pengamat kebijakan publik Ahmad Sururi memberikan pandangan keras, terhadap kinerja pegawai di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Dia menilai, pengurangan bantuan pembangunan RTLH menjadi raport buruk pemerintahan di Pemprov Banten. Kaitannya, kata dia, dalam visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur, salah satunya mengentaskan kemiskinan. RTLH bagian dari pengentasan kemiskinan.

“Ini warning dan perlu dikoreksi kenapa serapan anggaran rendah? Apakah ada capaian target yang meleset atau sisi perencanaan yang sejak awal keliru. Gubernur harus menyikapi serius hal ini dengan meminta penjelasan teknis dari Perkim (DPRKP-red),” katanya, Selasa (1/9/2026).

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini mendesak agar Gubernur Banten Andra Soni melakukan evaluasi terhadap semua pegawai dibidang tersebut.

Tujuannya, agar kedepan persoalan tersebut tidak kembali terjadi karena menjadi penghambat program kerja kepala daerah.

Baca Juga: Pemprov Banten Mulai Bahas Penataan Situ 7 Muara Pamulang

“Karena ini program prioritas Gubernur maka point evaluasinya jangan cuma kenapa terjadi serapan anggaran rendah di Perkim atau hanya evaluasi kinerja pegawai. Keduanya penting dievaluasi, tetapi yang jauh lebih penting adalah sistem kerja programnya, perencanannya, koordinasi antar OPD nya, termasuk jumlah penerima manfaat,” tambahnya.

“Jangan sampai evaluasinya hanya di permukaan, tetapi harus total dan menyeluruh karena indikasi kegagalannya besar,” timpalnya.

BeritaTerbaru

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten, Yeremia Mendrofa. (ISTIMEWA)

DPRD Banten Desak Pemprov Segera Serahkan KUA PPAS Perubahan

Kamis, 3 Sep 2026 12:04 WIB
SELESAI DIBANGUN : Daerah Irigasi di Desa Bojongpandan, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, selesai dibangun. DI tersebut, belum difungsikan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian seluas 250 hektare. (ISTIMEWA)

Anggaran Pembangunan Irigasi Capai Rp520,83 Miliar, Dibiayai APBN dan APBD Banten

Kamis, 3 Sep 2026 11:57 WIB
Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

Kamis, 3 Sep 2026 07:26 WIB
Pilar Saga Ichsan Beberkan Alasan Pencairan Hibah KONI Tangsel Ditunda

Pilar Saga Ichsan Beberkan Alasan Pencairan Hibah KONI Tangsel Ditunda

Rabu, 2 Sep 2026 20:46 WIB

Ditanya terkait rotasi besar-besaran di DPRKP Provinsi Banten, Sururi menilai hal itu bisa dilakukan jika disandingkan dengan capaian kinerja di instansi terkait. Namun, dia lebih memilih agar inti persoalan tersebut yang diatasi dan dibuang agat tidak menjadi racun dikemudian hari.

“Harus dilihat urgensinya? Apakah rotasi besar-besaran mampu menyelesaikan persoalan? Gubernur harus mencari tahu apa masalahnya? Terpenting jangan sampai jika nanti ada rotasi akan menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Sururi mengingatkan, DPRKP Banten tidak dibenarkan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai pembenaran terus berkurangnya bantuan RTLH. Maksudnya, kata dia, pegawai diinstansi tersebut memiliki kemampuan berfikir untuk memilih program prioritas, salah satunya RTLH.

“Seharusnya jangan jadi alasan, karena ini program prioritas maka diawal sudah ada pilihan prioritas anggaran untuk RTLH ini, jangan justru dikurangi atau dibatasi. Jika ada opsi mengurangi pos anggaran program lain, kenapa bukan program lain yang dikurangi? Mengapa program RTLH?,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi

“Ini soal mindset kebijakan gubernur yang seharusnya memastikan bahwa anggaran program prioritas seperti RTHL ini aman dan gak ada masalah Jadi ok keterbatasan anggaran bisa jadi alasan tetapi tidak boleh jadi pembenaran,” sambungnya.

Sururi mengingatkan, agar Gubernur Banten tidak hanya diam dan menonton persoalan tersebur, apalagi jika hanya mendengar laporan secara sepihak. Gubernur Banten harus bisa bersikap layaknya seorang pemimpin ketika mengetahui adanya persoalan dan itu menyangkut program kerja yang selama ini digembor-gemborkan.

“Gubernur jangan diam, jangan juga cuma rapat tanpa keputusan apa-apa, harus segera lakukan evaluasi dan audit misal target real RTLH sampai akhir tahun 2026? Apa hambatannya? Segera koodinasikan dengan kabupaten/kota agar akselerasi program bisa maksimal sampai akhir tahun,” tegasnya.

Sekali lagi, Sururi menyampaikan, program bantuan pembangunan RTLH merupakan salah satu program krusial dalam mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, Pempeov Banten harus bisa bersikap dewasa dan tidak selalu mencari alasan dan pembenaran.

“2026 tinggal empat bulan lagi, jadi Gubernur dan jajaran ya harus menjadi orang paling sibuk menghasikan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi sekali lagi jangan ada narasi atau alasan gagalnya program karena berlindung dibalik keterbatasan anggaran,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 400 ribu lebih rumah warga Banten dalam kondisi tidak layak huni. Kondisi itu diperparah dengan berkurangnya bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemprov Banten.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, masih ada lebih dari 400 ribu rumah di Provinsi Banten dalam kondisi tidak layak huni. Jumlah itu tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Selain itu, program bantuan perbaikan atau pembangunan RTLH oleh Pemprov Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten ditahun 2026 ini mengalami penurunan dan hanya bisa membangun sekora 87 RTLH dalam satu tahun.

Kepala DPRKP) Provinsi Banten Rahmat Roegianto membenarkan adanya pengurangan bantuan pembangunan RTLH ditahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena berbagai kondisi, terutama terbatasnya keuangan Pemprov Banten karena kebijakan Pemerintah Pusat.

“Kalau tahun kemarin kita sudah bangun 389 unit RTLH, kalau untuk tahun 2026 ini kita baru akan mulai membangun 87 unit, jadi memang ada pengurangan bantuan pembangunan RTLH,” katanya, Minggu (29/8/2026). (adib)

Tags: Ahmad SururiDPRKP Provinsi Bantenpemprov bantenPengamat Kebijakan PublikRTLH Berkurang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

REALISASI RTLH -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, merealisasikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pemprov Banten Realisasikan Program RTLH di Kabupaten Pandeglang

Rabu, 2 Sep 2026 20:45 WIB
IRIGASI -- Jaringan irigasi Cisata, yang mengairi ribuan hektar sawah, telah selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (2/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani

Rabu, 2 Sep 2026 20:41 WIB
KIRIM NAKES -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana, Rabu (2/9/2026). Mereka akan bertugas selama dua minggu. (ISTIMEWA)
Banten Region

Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 2 Sep 2026 20:34 WIB
Kepala Dinsos Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian. (ISTIMEWA)
Banten Region

Dinsos Kabupaten Serang Buka Ruang Pembaruan Data Masyarakat

Rabu, 2 Sep 2026 20:29 WIB
Sekda Banten, Deden Apriandhi Hartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tidak Tahu Bantuan RTLH Berkurang, Sekda Banten Pastikan Evaluasi DPRKP

Rabu, 2 Sep 2026 20:21 WIB
Warna Pelangi Jembatan Dipersoalkan FPI, Begini Respons Dinas PUPR Lebak
Banten Region

Warna Pelangi Jembatan Dipersoalkan FPI, Begini Respons Dinas PUPR Lebak

Rabu, 2 Sep 2026 19:18 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

TIDAK LAYAK : Rumah warga Cikawung Girang, RT/RW 002/004, Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang kondisinya tidak layak huni dan ambruk. (ISTIMEWA)

Ratusan Ribu Warga Banten Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Minggu, 30 Agu 2026 13:38 WIB
Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Selasa, 1 Sep 2026 08:48 WIB
MENDISTRIBUSIKAN AIR BERSIH : Jajaran Polda Banten, mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga Tigaraksa. (ISTIMEWA)

Tangani Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih

Minggu, 30 Agu 2026 13:07 WIB
MELIHAT PELATIHAN VOKASI : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli (dua dari kanan), menyaksikan pelatihan Vokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026). (ISTIMEWA)

Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi

Selasa, 1 Sep 2026 17:02 WIB
Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Selasa, 1 Sep 2026 17:46 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.