Kamis, 3 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 3 Sep 2026 07:26 WIB
Rubrik Headline, Kabupaten Tangerang, Metro Tangerang
Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

RAPAT DENGAR PENDAPAT: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat memberikan penjelasan mengenai proyek Hutan Bambu Cisoka dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD, Rabu (2/9). (ALFIAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Proyek hutan bambu di Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka yang menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar dianggap mubazir.

Kondisi taman dinilai tidak sesuai dengan dana yang digelontorkan. Untuk membahas persoalan tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta aktivis, Rabu (2/9).

Aktivis dari Anak Negeri Republik Indonesia (ANRI) Anti Korupsi Andi Situmeang menyatakan fakta di lokasi menunjukkan tidak adanya aktivitas pemeliharaan tanaman yang memadai. Selain itu, proyek bernilai miliaran ini diketahui belum mengantongi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang

Andi mengatakan bahwa anggaran APBD TA 2025 di Lingkup DLHK Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 1,8 M itu di dalam LPSE Kabupaten Tangerang tercatat dengan nomenklatur Pembangunan Hutan Bambu Cisoka, dan bukan nomenklatur pematangan dan persiapan lahan. Maka dari itu, dirinya meminta kepada DLHK Kabupaten Tangerang untuk menjelaskan kepada publik secara terbuka dengan kondisi objek yang saat ini terjadi. Dia juga menilai bahwa hutan bambu tidak memiliki persiapan kajian secara komprehensif.

“Dan saya juga meminta kepada Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk jangan pasif dalam melakukan audit dan pengawasan pada proyek tahun 2025 yang ada di lingkup OPD Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, dan kami juga meminta Bupati Tangerang untuk mengeveluasi kinerja kadis DLHK Kabupaten Tangerang, ” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan besarnya anggaran Pembangunan Hutan Bambu di Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang mencapai sekitar Rp1,8 miliar tidak hanya terfokus kepada pengadaan bibit dan menanam bibit bambu semata. Melainkan, untuk biaya keseluruhan. Di antaranya pematangan lahan, pengurukan rawa yang mendalam, hingga pembuatan saluran air di lokasi penataan.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah

Menurut Ujat, publik telah terjebak oleh nomenklatur atau judul proyek yakni ‘Pembangunan Hutan Bambu’. Padahal, kata Ujat, anggaran Rp1,8 miliar pada tahun 2025 tersebut sebenarnya mayoritas habis tersedot untuk proses pengurukan rawa.

“Tahapan pekerjaan memang lebih pas kalau diarahkan ke pematangan dan pengurukan. Tapi pada saat itu, judulnya langsung ke pembuatan Hutan Bambu. Padahal pembuatan Hutan Bambu itu tidak bisa langsung kita laksanakan kalau lahannya belum siap. Sistem lahannya sebagian masih seperti rawa di bawah, sehingga membutuhkan pengurukan. Jadi bukan sekadar menanam pohon bambu, ” jelas Ujat Sudrajat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (2/9).

BeritaTerbaru

Pemkot Tangerang Diminta Segera Normalisasi Drainase untuk Mitigasi Banjir

Arief Wibowo Dorong Kajian Potensi PAD Kota Tangerang

Kamis, 3 Sep 2026 09:18 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya

SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 3 September 2026, Cek Jadwal & Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:49 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Kamis 3 September, Cek Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:37 WIB
SMPN 25 Ditolak Warga, Pemkot Tangsel Tak Punya Opsi Lain

SMPN 25 Ditolak Warga, Pemkot Tangsel Tak Punya Opsi Lain

Kamis, 3 Sep 2026 07:33 WIB

Ujat menambahkan, jika publik melihat kondisi lahan saat ini tanpa mengetahui kondisi awal, maka proyek senilai Rp1,8 miliar tersebut memang akan terlihat seperti pekerjaan yang kecil, namun biaya yang sangat fantastis. Padahal, proses pengurukan rawa membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Kondisi awal lahan yang berbentuk rawa terdalam membuat biaya pengurukan membengkak secara signifikan,” ujarnya.

Ujat juga menjelaskan, bahwa proyek hutan bambu itu merupakan proyek jangka panjang. Nantinya, kata Ujat kawasan hutan bambu di Kecamatan Cisoka bakal disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) tematik yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari jalur jogging, saung santai, hingga spot foto yang menarik bagi warga.

Namun, proyek tersebut harus tersendat lantaran terkendala kondisi cuaca yang panas yang membuat rumput maupun bambu yang ditanam berpotensi tidak dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, kata Ujat, pihaknya masih menunggu sejumlah jenis bambu yang telah ditanam di sekitar kawasan proyek tumbuh lebih subur.

Baca Juga: DPRD Tangsel Desak Solusi Permanen Atasi Krisis Air di SDN Kademangan 02

Saat disinggung terkait sejumlah bambu yang mati, Ujat menjelaskan bahwa bambu-bambu yang tampak kering di tengah lahan bukanlah fokus utama proyek Hutan Bambu. Tanaman itu hanya media uji coba untuk menyiapkan area spot aviary dan akses jalan menuju danau, dan penanaman ulang bambu di wilayah itu baru akan dimulai lagi saat musim hujan tiba.

“Itu uji coba. Kebetulan di kita itu ada aviary bambu, kita tanam di sana. Ternyata barangkali kurang cocok atau mungkin pada saat penanaman sudah keburu masuk musim kemarau. Nanti ketika musim hujan lagi kita akan tanam lagi. Karena itu kan semacam kiri-kanan, semacam jalan masuk nanti ke dalamnya. Kalau ada itu kan seperti lorong, jadi bagus,” tambahnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, yang turut memaparkan kondisi teknis di lapangan menjelaskan, bahwa lahan seluas 6.000 meter persegi tersebut awalnya diplot untuk pembangunan Terminal Tipe C. Namun, setelah ditinjau, kontur tanah berupa rawa-rawa sedalam 2 hingga 3 meter yang dipenuhi semak serta sampah, membuat rencana itu dialihkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis eduwisata.

“Bayangkan kalau ini mau dijadikan terminal, nguruknya aja berapa duit? Karena untuk terminal kita butuh kepadatan tanah yang benar-benar solid. Kami dari Bappeda menilai tidak akan efektif,” ungkap Erwin.

Erwin juga membantah tudingan bahwa proyek ini mubazir dan dilepas begitu saja oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan, bahwa terdapat petugas yang rutin melakukan pemeliharaan. Meski ia mengakui hasilnya belum optimal akibat pengaruh cuaca buruk dan anomali iklim yang membuat sebagian bibit tanaman mati.

“Kami ingin meyakinkan kepada Bapak dan Ibu sekalian, walaupun secara kondisi di lapangan semua bisa menilai, tapi yang namanya perawatan pada proyek ini, saya rasa pihak terkait sangat bertanggung jawab. Saya bisa menunjukkan dokumennya,” tuturnya.

Erwin juga mengungkapkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang justru bersiap menambah kucuran dana baru pada APBD Perubahan sebesar Rp750 juta.

Bahkan, untuk menuntaskan proyek Hutan Bambu Cisoka secara sempurna dan sesuai rencana induk (master plan), dibutuhkan total anggaran hingga mencapai Rp5 miliar.

“Untuk bisa sempurna sesuai dengan master plan, paling tidak kebutuhan kami di antara Rp5 miliar. Kalau Rp5 miliar ini bisa disetujui oleh Banggar (Badan Anggaran) saat pembahasan APBD, kami sangat optimis paling tidak di awal 2028 RTH ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat sebagai eduwisata,” pungkas Erwin. (alfian)

Tags: cisokadprdHutan Bambupemkab tangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Peringati Hari Lahir Kejaksaan, Kejari Kabupaten Tangerang Ziarah ke Makam Raden Aria Wangsakara
Kabupaten Tangerang

Peringati Hari Lahir Kejaksaan, Kejari Kabupaten Tangerang Ziarah ke Makam Raden Aria Wangsakara

Rabu, 2 Sep 2026 22:05 WIB
Pilar Saga Ichsan Beberkan Alasan Pencairan Hibah KONI Tangsel Ditunda
Headline

Pilar Saga Ichsan Beberkan Alasan Pencairan Hibah KONI Tangsel Ditunda

Rabu, 2 Sep 2026 20:46 WIB
Tinjau Proyek Turap dan Bronjong di Tiga Lokasi, Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel
Kota Tangsel

Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas

Rabu, 2 Sep 2026 20:38 WIB
Warna Pelangi Jembatan Dipersoalkan FPI, Begini Respons Dinas PUPR Lebak
Banten Region

Warna Pelangi Jembatan Dipersoalkan FPI, Begini Respons Dinas PUPR Lebak

Rabu, 2 Sep 2026 19:18 WIB
TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap
Edukasi

TKA SMK di Kabupaten Tangerang Disosialisasikan, Sekolah Diminta Bersiap

Rabu, 2 Sep 2026 18:04 WIB
MEMASANG GARIS POLISI : Personel KBR Satbrimob Polda Banten memasang garis polisi atau police line di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Dugaan Limbah B3 di Cikande Kabupaten Serang, Tim KBR Brimob Diterjunkan

Rabu, 2 Sep 2026 16:50 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

6.500 Liter Air Disalurkan ke Warga di Tigaraksa Tangerang

6.500 Liter Air Disalurkan ke Warga di Tigaraksa Tangerang

Minggu, 30 Agu 2026 21:45 WIB

Turnamen Golf Wali Kota Cup II Semarakkan HUT RI ke-81 dan Jadi Ajang Persiapan Porprov Banten

Kamis, 27 Agu 2026 14:36 WIB
APEL BESAR -- Apel Besar Sabuk Kamtibmas dan Pam Swakarsa, yang digelar di Lapangan Mapolres Pandeglang, Kamis (27/8/2026). (ISTIMEWA)

Kapolres Pandeglang Tegaskan Perkuat Kamtibmas

Kamis, 27 Agu 2026 19:24 WIB
Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan

Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan

Selasa, 1 Sep 2026 08:58 WIB
Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.