SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Krisis air yang melanda SDN Kademangan 02 menjadi perhatian DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi tersebut dinilai tidak bisa terus ditangani hanya dengan mengandalkan distribusi air bersih menggunakan truk tangki.
Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian mengatakan pihaknya telah mendapat informasi mengenai kondisi kekurangan air yang terjadi di wilayah Kademangan, termasuk dampaknya terhadap aktivitas di SDN Kademangan 02.
Menurut Ricky, langkah cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel dengan mengirimkan air bersih patut diapresiasi. Namun, distribusi menggunakan mobil tangki dinilai hanya mampu menjadi solusi sementara.
“Mereka dapat dari BPBD ya, terkait adanya krisis air di Kademangan. BPBD pun sudah melakukan tindakan reaksi cepatnya berupa mengirimkan air bersih kepada warga Kademangan,” ujarnya, Kamis (27/8).
Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena sekolah membutuhkan ketersediaan air untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel didorong segera menyiapkan skema penanganan yang lebih permanen.
“Memang itu solusi jangka pendek. Solusi jangka panjang kami juga mendorong kepada dinas untuk mencari solusi. Apakah nanti diberikan saluran air yang kemudian bisa ke sana, sehingga tidak tergantung pada distribusi air yang lewat mobil begitu ya,” ucapnya.
Baca Juga: Buntut Tewasnya 2 Pelajar di Alam Sutera, Fraksi PSI DPRD Tangsel Desak Polisi Tindak Tegas
Ricky mengatakan, ketergantungan terhadap truk tangki bukan solusi ideal apabila persoalan kekeringan berlangsung dalam waktu panjang. Terlebih, kebutuhan air di lingkungan sekolah harus tersedia secara berkelanjutan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Meski demikian, ia mengapresiasi respons cepat Pemkot Tangsel melalui BPBD yang sejauh ini telah melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak.
“Cuma memang kita coba desak untuk diberikan solusi jangka panjang. Cuma kan ketika solusi jangka panjang ini kan berarti kan bisa jadi kegiatannya enggak sebentar ya. Bisa jadi juga kegiatannya enggak memakan duit yang sedikit, tapi duit yang besar juga begitu untuk menyalurkan air ke sana,” ungkap Ricky.
Di sisi lain, Ricky memahami bahwa membangun solusi jangka panjang membutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Penyediaan jaringan atau saluran air hingga ke wilayah yang terdampak kekeringan membutuhkan perencanaan serta penganggaran tersendiri.
“Nah, tapi saya belum dapat informasi terkait dengan tindak lanjut seperti apa. Sudah, sudah dibahas, sudah dibahas. Memang kalau untuk yang distribusi air yang sementara itu sudah. Tapi kalau untuk yang jangka panjangnya belum. Mungkin nanti akan ada di murni begitu ya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, SDN Kademangan 02 menjadi salah satu yang terdampak kekeringan sehingga kekurangan air bersih. Hal tersebut kerap terjadi setiap tahunnya bisa musim kemarau tiba. (eko)
Baca Juga: Pemprov Banten Ajak Warga Kawal APBD 2027

















