SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel mengungkap adanya kecenderungan usia pengguna yang semakin muda.
Bahkan, pelajar setingkat sekolah menengah pertama (SMP) disebut sudah mulai terpapar narkotika jenis ganja sintetis atau sinte.
Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Tangsel, Syamsul Arifin mengatakan ganja sintetis saat ini menjadi salah satu jenis narkotika yang cukup marak ditemukan berdasarkan pengamatan pihaknya.
“Kalau berdasarkan pengamatan kami, ini lagi marak ganja sinte,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kelompok usia yang terpapar tidak lagi didominasi kalangan dewasa. BNN Tangsel menemukan kecenderungan penyalahgunaan narkotika mulai menyasar anak-anak usia sekolah.
“Sekarang cenderung lebih muda, bahkan anak anak setingkat SMP sudah ditentukan menggunakan sinte,” katanya.
Baca Juga: Tangsel Otozone 2026 Resmi Dibuka, Ada Promo Mobil dan Diskon Pajak hingga 18 Oktober
Syamsul menyebut usia remaja menjadi salah satu fase yang rawan. Pada usia tersebut, rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru dapat membuat anak lebih mudah terpengaruh lingkungan di sekitarnya.
“Lebih ke usia rawan mulai SMP sudah mulai coba coba mereka,” sebutnya.
Meski demikian, persoalan penyalahgunaan narkotika tidak semata-mata berkaitan dengan lokasi tertentu. Menurut Syamsul, ada sejumlah faktor yang dapat mendorong anak maupun remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Di antaranya pergaulan, lingkungan, kondisi keluarga hingga karakter pribadi anak.
“Pergaulan, lingkungan, keluarga, itu semua saling berpengaruh disamping memang dirinya sendiri karakter kurang kuat, terpengaruh, terbujuk oleh oknum sehingga dia mau menggunakan narkotika,” jelasnya.
Dari sisi wilayah, Pondok Aren menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena disebut sebagai zona merah narkoba di Tangsel. “Pondok Aren,” kata Syamsul saat disinggung soal zona merah penyalahgunaan narkotika di Tangsel.
Untuk menekan persoalan tersebut, BNN Tangsel tidak hanya mengandalkan penindakan. Upaya pencegahan juga menjadi salah satu prioritas dengan melibatkan masyarakat dan berbagai sektor.
Baca Juga: Polisi Temukan Tempat Penyimpanan Miras di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis
Salah satu program yang dijalankan adalah Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar). Pada tahun ini, program tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara.
“Di tahun ini akan kita laksanakan di Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara,” paparnya.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat di tingkat lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Syamsul mengakui, tantangan terbesar dalam pencegahan narkoba di masyarakat adalah membangun kepedulian dan kesadaran bersama. Terlebih ketika penyalahgunaan mulai menyentuh kelompok usia sekolah.
“Tantangan kita adalah menegakkan kepedulian masyarakat, kesadaran masyarakat terkait bahaya narkotika ini, jadi kalau semua masyarakat awhare, semua peduli paham dan sadar pasti akan berkurang. Bersama sama semua sektor harus mendukung,” pungkasnya. (eko)

















