SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Festival Cisadane 2026 resmi dimulai pada Rabu (22/7/2026) malam. Kegiatan ini masuk dalam daftar 125 event terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, kepada Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, pada pembukaan Festival Cisadane, Rabu (23/7/1026).
KEN merupakan program kurasi event nasional yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Pada 2026, sebanyak 125 event dipilih dari lebih dari 500 usulan kegiatan daerah melalui proses kurasi yang melibatkan kurator independen.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, mengatakan masuknya Festival Cisadane dalam KEN menjadi pengakuan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival.
Menurutnya, penyelenggaraan Festival Cisadane diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya dan hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, ekonomi, dan pelestarian budaya di Kota Tangerang.
Festival Cisadane 2026 berlangsung pada 22–26 Juli dengan menampilkan berbagai kegiatan budaya, olahraga, hiburan, kuliner, serta pelayanan publik dari Pemerintah Kota Tangerang.
Baca Juga: Yuk Meriahkan Festival Cisadane 2026, Perayaan Budaya Terbesar Kota Tangerang
Pemkot Tangerang juga menargetkan festival tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, Festival Cisadane tahun sebelumnya dikunjungi lebih dari 68 ribu orang dengan nilai transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai sekitar Rp232,5 juta.
Namun, hingga pembukaan festival, belum disampaikan target jumlah pengunjung maupun nilai transaksi yang ingin dicapai pada penyelenggaraan tahun ini.
Selain aspek ekonomi, Pemerintah Kota Tangerang menyatakan akan menerapkan konsep penyelenggaraan yang lebih ramah lingkungan melalui program zero waste dan zero carbon.
Upaya tersebut, menurut pemerintah daerah, meliputi penyediaan lebih dari 300 titik tempat sampah untuk mendukung pemilahan dan daur ulang sampah serta penanaman 300 pohon sebagai bagian dari komitmen pengurangan dampak lingkungan.
Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan indikator keberhasilan maupun mekanisme pengukuran pencapaian target zero waste dan zero carbon selama pelaksanaan festival.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Adat Baduy Tiba di Pendopo Lebak, Pengunjung Mengaku Merinding
Sementara, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, mengapresiasi terpilihnya Festival Cisadane sebagai bagian dari KEN 2026. Menurutnya, masuknya Festival Cisadane dalam program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam penyelenggaraan event.
Ia berharap kualitas penyelenggaraan Festival Cisadane terus meningkat sehingga mampu memperkuat daya saing sebagai salah satu agenda pariwisata daerah yang masuk dalam kalender event nasional. (made)

















