SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Duel menarik sarat ambisi bakal tersaji di Allianz Arena saat Bayern Munchen menjamu PSG dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions, Kamis (7/5/2026) pukul 02.00 WIB. Kedua tim sama-sama berpeluang menuju laga puncak usai agregat sementara adalah 5-4 untuk sang juara bertahan.
Leg pertama di Paris menghadirkan sembilan gol dalam satu laga, rekor tertinggi di fase semifinal era modern. Intensitas tinggi dan tempo cepat membuat kedua tim saling balas tanpa jeda.
PSG akhirnya unggul tipis sekaligus memutus rangkaian lima kekalahan beruntun dari Bayern Munchen. Namun, margin satu gol membuat peluang masih terbuka lebar.
Produktivitas kedua tim musim ini juga mencolok. PSG sudah mencetak 43 gol, sementara Bayern mengoleksi 42 gol di kompetisi ini.
Persaingan top skor juga menambah tensi. Kylian Mbappe memimpin dengan 15 gol, dibayangi Harry Kane (13) dan Khvicha Kvaratskhelia (10).
Secara historis, Bayern unggul dengan sembilan kemenangan dari 16 pertemuan. Namun, situasi agregat membuat laga ini bisa ditentukan oleh satu momen kecil.
Baca Juga: Bayern Juara DFB-Pokal, Harry Kane Raih Hat-trick “Sempurna”
Bayern memburu final pertama sejak 2020. Sementara itu, PSG ingin mempertahankan gelar dan mencatat sejarah sebagai juara bertahan yang kembali ke final.
Atmosfer Allianz Arena diprediksi menjadi faktor penting. Bayern hanya kalah sekali dalam 29 laga kandang terakhir di Liga Champions.
Bayern menatap duel ini tanpa masalah cedera baru. Vincent Kompany diperkirakan menurunkan komposisi terbaiknya sejak awal.
Nama-nama seperti Manuel Neuer, Joshua Kimmich, hingga Harry Kane siap kembali sebagai starter. Kane sendiri berpeluang mencetak gol di tujuh laga beruntun UCL. Namun, Serge Gnabry dan Raphael Guerreiro masih absen. Meski begitu, keduanya bukan pilihan utama di skema inti.
Di kubu PSG, kehilangan besar terjadi setelah Achraf Hakimi mengalami cedera hamstring. Posisinya kemungkinan diisi Warren Zaire-Emery. Lini tengah PSG tetap solid dengan Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz, sementara Lucas Chevalier juga absen sebagai kiper pelapis.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, memastikan timnya tidak akan mengubah pendekatan permainan. Ia tetap mengandalkan gaya menyerang dengan risiko tinggi demi membalikkan agregat.
Baca Juga: Puasa Gelar Cristiano Ronaldo Berlanjut
Kompany menegaskan bahwa filosofi permainan menyerang adalah fondasi utama Bayern musim ini. Ia tidak ingin tim kehilangan identitas hanya karena tekanan hasil. “Kami tidak boleh kehilangan apa yang membuat kami kuat,” kata Kompany. Ia mengakui clean sheet penting, tapi bukan dengan mengorbankan gaya bermain.
Gelandang Joshua Kimmich menegaskan timnya tidak akan bermain bertahan. Ia memastikan Bayern akan tetap mengejar kemenangan dengan cara mereka. “Kami harus menang, apakah itu 5-4, 3-2, atau 1-0,” ujar Kimmich. Pernyataan ini mempertegas pendekatan agresif Bayern di leg kedua.
Sementara itu, pelatih Luis Enrique berada di ambang pencapaian besar bersama PSG musim ini. Ia berpeluang mengantar timnya kembali ke final sekaligus mendekati status pelatih elite Eropa.
Luis Enrique menilai timnya tetap harus agresif dalam mencetak gol tambahan. Ia bahkan menganggap tiga gol lagi diperlukan untuk memastikan tiket ke final. “Ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya jalani sebagai pelatih,” ujar Luis Enrique setelah leg pertama. Pernyataan itu menunjukkan betapa tingginya intensitas duel kedua tim. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
BAYERN MUNCHEN (4-2-3-1): Neuer; Stanisic, Upamecano, Tah, Davies; Kimmich, Pavlovic; Olise, Musiala, Diaz; Kane
Pelatih: Vincent Kompany
PSG (4-3-3): Safonov; Zaire-Emery, Marquinhos, Pacho, Mendes; Ruiz, Vitinha, Neves; Doue, Dembele, Kvaratskhelia
Pelatih: Luis Enrique
