SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dua hal yang bakal ditunggu saat Argentina melawan Austria dalam laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) pukul 00.00 WIB. Pertama misi Tango melenggang ke fase knouck out, dan yang kedua tentu aksi Lionel Messi.
Baik Argentina maupun Austria sama-sama mengoleksi tiga poin di matchday pertama Grup J Piala Dunia 2026. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang dipastikan melesat ke puncak klasemen sekaligus lolos lebih cepat ke 32 besar. Sebaliknya, hasil imbang berpotensi bikin persaingan Grup J kian terbuka dan memberi kans bagi Yordania maupun Aljazair untuk tetap bersaing hingga pekan terakhir.
Pertemuan ini juga menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua kubu. Argentina datang dengan status juara bertahan sekaligus salah satu kandidat kuat juara, sedangkan Austria berupaya membuktikan diri bahwa comeback mereka ke Piala Dunia usai penantian 28 tahun bukan untuk jadi tim hore-hore saja.
Argentina tampil dominan melibas Aljazair tiga gol tanpa balas di Kansas City pada laga pembuka Grup J. Sang megabintang, Lionel Messi, kembali menjadi ruh permainan tim. Meski kini sudah 38 tahun, La Pulga tetap jadi poros utama dari setiap skema serangan mematikan anak asuh Lionel Scaloni.
Kemenangan telak itu memperpanjang rekor impresif La Albiceleste yang menyapu bersih lima laga terakhir dengan torehan 15 gol. Status sebagai juara bertahan Piala Dunia belum hilang taji.
Usai kemenangan atas Aljazair, sang pelatih Lionel Scaloni sampai mengaku bingung dalam memilih starting line-up untuk laga berikutnya kontra Austria. “Pelatih harus membuat keputusan, siapa yang bermain, siapa tidak, siapa yang masuk, siapa keluar,” ujar Scaloni dikutip dari Ruters.
Baca Juga: Lionel Messi Pamer Magis Jelang Piala Dunia
“Semua orang ingin bermain di lapangan, tetapi membangun tim butuh 11 pemain, dan Anda mencari komposisi yang ideal,” imbuhnya.
Di kubu lawan, skuad berjuluk Das Team lolos ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup H kualifikasi zona UEFA berkat catatan impresif enam kemenangan dan surplus 18 gol. Ketangguhan mereka langsung terbukti lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga perdana.
Kendati demikian, meladeni kekuatan Argentina jelas jadi lompatan masif bagi Marcel Sabitzer dan kawan-kawan. Meski Austria solid, pengalaman dan kualitas individu Argentina bikin juara bertahan lebih diunggulkan untuk mengamankan tiga poin.
Pertarungan taktikal diprediksi akan berpusat pada kepiawaian Lionel Messi dalam mencari celah di tengah rapatnya blokade berlapis Austria. Konrad Laimer dan Nicolas Seiwald mengemban tugas maha berat untuk memutus aliran bola sebelum masuk ke area penalti, sementara Sabitzer akan coba menekan lini tengah Argentina sejak dini.
Kunci bagi Austria yaitu menjaga disiplin organisasi permainan saat ditekan dalam durasi lama.
Sebab, jika saja kombinasi kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhir klinis dari trio Messi, Lautaro, dan Alvarez mampu mengurung Austria, maka ruang kosong di jantung pertahanan tim Eropa tersebut lambat laun bakal terbuka dan jadi mangsa empuk bagi Tim Tango.
Baca Juga: Lionel Messi Cs Kena Comeback Lalu Kalah
Untuk urusan menggedor jala lawan, penyerang gaek sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Austria, Marko Arnautovic, kemungkinan jadi tumpuan utama bersama Romano Schmid.
Di sektor pertahanan, pengalaman serta kepemimpinan David Alaba menjadi pilar krusial untuk mengoordinasi garis belakang Austria dari gelombang serangan Argentina. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
ARGENTINA (4-3-3): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez, Lautaro Martinez
Pelatih: Lionel Scaloni
AUSTRIA (4-2-2-2): Patrick Pentz; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Phillipp Mwene; Konrad Laimer, Xaver Schlager; Marcel Sabitzer, Christoph Baumgartner; Marko Arnautovic, Michael Gregoritsch
Pelatih: Ralf Rangnick
