SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Warga Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, digegerkan dengan penemuan jenazah bayi berjenis kelamin perempuan yang mengapung di saluran irigasi pada Sabtu (27/6). Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelumnya.
Jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Munajat (62), warga Kampung Waru Dua, RT 04/RW 04, Desa Sukaharja, saat hendak menuju sawah.
Munajat menuturkan, awalnya ia tidak sengaja melihat sesosok bayi tanpa mengenakan pakaian dalam posisi tengkurap mengapung di saluran irigasi.
“Saat itu saya hendak ke sawah, lalu ada sesosok bayi di irigasi,” kata Munajat kepada Satelit News, Sabtu (27/6).
Ia kemudian mendekati dan memastikan kondisi bayi tersebut. Setelah diperiksa, bayi itu diketahui sudah meninggal dunia dengan kondisi jasad yang telah membusuk.
Mengetahui hal tersebut, Munajat segera memanggil warga sekitar dan melaporkan penemuan itu kepada Ketua RT dan RW. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Pasar Kemis.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi dengan Media, Perkenalkan Layanan Digital VIOLA
Munajat menduga bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tua kandungnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui siapa pelaku yang tega membuang bayi tersebut ke saluran irigasi.
“Saat ditemukan kondisi bayi itu sudah membusuk. Sudah mengapung ke atas, sudah membengkak. Kemungkinan bayi itu dibuang lalu hanyut terbawa arus saat hujan hingga sampai ke sini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pasar Kemis, IPDA Ahmad Dasuki, membenarkan adanya penemuan jenazah bayi di Kampung Waru, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya.
Menurut Dasuki, jenazah bayi telah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk dilakukan autopsi.
Ia mengatakan, berdasarkan kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan alami, bayi tersebut diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelum ditemukan.
“Diperkirakan korban mengapung di air selama kurang lebih tiga hari karena kondisinya sudah mengalami pembusukan secara alami,” kata Dasuki.
Baca Juga: Polresta Tangerang Gagalkan Peredaran 27 Ribu Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Dibekuk
Dasuki juga menduga bayi tersebut bukan berasal dari Kampung Waru, Desa Sukaharja. Sebab, mayoritas warga sekitar mengaku tidak mengenali bayi tersebut.
Berdasarkan hasil autopsi Tim Forensik RSUD Balaraja, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh bayi. Namun, polisi masih belum dapat memastikan usia bayi tersebut.
Terkait dugaan pembuangan bayi, Dasuki menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta mencari petunjuk di sekitar lokasi penemuan.
“Hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan atas peristiwa ini,” tuturnya. (alfian/aditya)
