SATELITNEWS.COM, LEBAK–Penantian panjang Kabupaten Lebak selama 13 tahun untuk bisa tampil di panggung paskibraka nasional akhirnya terjawab. Dari ujung selatan Lebak, muncul sosok pemuda yang membawa kebanggaan daerah.
Namanya Chaysar Purnama Putra (16), pelajar asal Kecamatan Panggarangan. Ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Chaysar akan membawa nama Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten dalam agenda bersejarah, yakni bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Agustus mendatang.
Ketua Umum Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Banten, Rusli mengatakan, keberhasilan Chaysar menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Lebak. Pasalnya, setelah lebih dari satu dekade, daerah tersebut kembali memiliki wakil yang dipercaya tampil di tingkat nasional.
“Ini adalah cita-cita yang tertunda selama 13 tahun. Alhamdulillah, tahun ini Allah mengabulkannya. Kabupaten Lebak kembali bisa terlibat dalam pengibaran bendera di Istana Merdeka pada tahun 2026,” kata Rusli, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan Chaysar tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Forkopimda, para senior Purna Paskibraka, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan. “Semua mendoakan dan memberikan dukungan penuh agar Chaysar bisa memberikan yang terbaik untuk Lebak dan Provinsi Banten di tingkat nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Ruang Genset McDonald’s Cipondoh Terbakar, Tiga Unit Damkar Dikerahkan
Di balik prestasi besar tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Chaysar berasal dari keluarga sederhana. Ia harus kehilangan sosok ayah sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, Chaysar menjalani kehidupan bersama sang ibu yang berstatus ibu rumah tangga, serta mendapat dukungan dari kakak iparnya yang merupakan guru PPPK di SMA Negeri 1 Panggarangan.
Keterbatasan ekonomi tidak membuat langkahnya terhenti. Justru kondisi tersebut menjadi motivasi bagi Chaysar untuk terus berusaha dan membuktikan bahwa anak daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional. “Walaupun dengan segala keterbatasan, Chaysar tidak pernah putus asa. Dia membuktikan bahwa anak daerah juga bisa menjadi yang terbaik di Provinsi Banten,” ujar Rusli menceritakan kehidupan Chaysar.
Perjalanan Chaysar menuju Paskibraka Nasional juga penuh tantangan. Ia harus melewati seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Pada tahap akhir, Chaysar bersaing dengan para pelajar terbaik dari seluruh wilayah Banten hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka Nasional 2026. “Kalau dihitung, dia menjadi salah satu yang terbaik dari sekitar 80 ribu pemuda dan pemudi di Provinsi Banten,” katanya.
Berdasarkan catatan PPI Kabupaten Lebak, Chaysar menjadi wakil ketiga dari Lebak yang berhasil menembus tingkat nasional. Sebelumnya, daerah tersebut pernah mengirimkan perwakilan pada tahun 2002, 2004, dan terakhir 2013.
Setelah berhasil lolos, Rusli berharap Chaysar mampu memberikan prestasi terbaik selama menjalani pendidikan dan pelatihan di Cibubur. Tidak hanya sekadar menjadi bagian dari pasukan, namun juga mampu meraih posisi terbaik. “Mudah-mudahan dia bisa menjadi pengibar utama, komandan pasukan, atau bahkan ketua angkatan. Semoga Chaysar menjadi yang terbaik di sana,” harapnya.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi memahami nilai perjuangan di balik tugas sebagai Paskibraka. “Kita bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih. Ada sejarah perjuangan para pahlawan yang harus diteruskan oleh generasi muda dengan menjaga dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebaik-baiknya,” pungkasnya. (mulyana)
Baca Juga: Tutup Gala Siswa Indonesia 2026, Bupati Tangerang Pompa Semangat Talenta Muda Sepak Bola
