SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Semangat pembinaan atlet muda terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Saat menutup Gala Siswa Indonesia (GSI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kompetisi sepak bola antarpelajar, melainkan wadah pembinaan karakter, mental bertanding, dan pengembangan talenta muda daerah.
Penutupan GSI 2026 digelar di Stadion Training Ground Indomilk, Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri para peserta, official, guru, serta pemangku kepentingan di bidang olahraga dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi penyelenggaraan GSI yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan sekaligus pengembangan kemampuan para pesepak bola muda potensial Kabupaten Tangerang.
“Kami, pemerintah daerah sangat mengapresiasi. Ini bukan hanya ajang pembinaan dan pengembangan talenta-talenta muda pesepak bola, namun juga menguji bagaimana kekompakan, sportivitas, dan mental bertanding para pemain muda potensial untuk menghadapi even yang lebih tinggi lagi,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, terlebih Kabupaten Tangerang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Banten pada 2028 mendatang. Karena itu, berbagai persiapan perlu dilakukan sejak dini, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun peningkatan kualitas atlet di berbagai cabang olahraga.
“Kita menjadi tuan rumah POPDA tingkat provinsi pada tahun 2028 mendatang. Sarana dan prasarana harus kita benahi mulai dari sekarang, termasuk cabang-cabang olahraga lainnya. Bukan hanya sepak bola yang harus mempersiapkan diri selama dua tahun ini,” tegasnya.
Baca Juga: CleanUp Cisadane Angkut 8,5 Ton Sampah dari Sungai dan Bantaran
Bupati juga memberikan motivasi kepada para peserta dan official dari 26 kecamatan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi. Menurutnya, kegagalan meraih juara bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan proses menuju keberhasilan yang lebih baik di masa mendatang.
“Belum bisa menjadi juara 1, 2, 3 dan seterusnya, itu bukan gagal tapi tertunda prestasinya. Jangan putus semangat, terus giat berlatih dan meningkatkan kemampuan diri dan kekompakannya. Mudah-mudahan tahun mendatang bisa diraih prestasinya,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan dari guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan potensi anak. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi pengembangan minat dan bakat, termasuk di bidang olahraga, seni, dan budaya.
“Edukasi dalam bidang akademik penting, olahraga, seni, budaya dan minat serta bakat lainnya juga penting. Orang tua, guru, kepala sekolah harus terus mendukungnya, baik akademik maupun minat dan bakat anak-anaknya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, dan kepala sekolah yang selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada para pelajar dalam mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, melaporkan bahwa penyelenggaraan GSI tingkat kabupaten merupakan bagian dari program pembinaan minat dan bakat siswa SMP, khususnya di cabang olahraga sepak bola.
Baca Juga: Gerai Samsat Hadir di Tigaraksa Tangerang Mulai Jumat 26 Juni
Menurut Dadan, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Askab PSSI Kabupaten Tangerang dan KONI Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kompetisi tersebut dengan mengusung tema “Talenta Sehat, Hebat, dan Berkarakter melalui Olahraga”.
“Peserta GSI Kabupaten Tangerang tahun 2026 ini diikuti oleh 26 kecamatan. Babak penyisihan dilaksanakan sejak 15 Juni di empat stadion mini, yaitu Kelapa Dua, Pasar Kemis, Rajeg, dan Solear. Perempat final dan semifinal dilaksanakan pada 17 Juni, dan saat ini pertandingan final digelar di Stadion Training Ground Sport Center,” jelas Dadan.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan pembinaan minat dan bakat siswa agar bibit-bibit unggul Kabupaten Tangerang, khususnya di cabang olahraga sepak bola, terus berkembang dan mampu melahirkan atlet profesional yang dapat menggantikan para senior di masa depan. (aditya)
