SATELITNEWS.COM, LEBAK – Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, buka suara terkait isu sengketa lahan yang dikaitkan dengan rencana relokasi sekolah. Ia menegaskan, pemindahan SMAN 3 Rangkasbitung bukan karena kalah dalam persoalan hukum, melainkan karena kebutuhan pengembangan sekolah, keterbatasan lahan, dan kondisi bangunan yang sudah tidak ideal.
Reri menyebut, persoalan lahan yang sebelumnya mencuat bukan merupakan sengketa yang berujung kekalahan pihak sekolah. Menurutnya, masalah tersebut lebih kepada miskomunikasi terkait legalitas aset yang kemudian diselesaikan melalui proses bersama. “Oh tidak, justru kita menang. Waktu itu persoalan dengan yayasan, suara kami didengar dan akhirnya mendapatkan sertipikatnya,” ujar Reri, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut mulai muncul pada awal 2021 saat dirinya menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Rangkasbitung. Saat itu dirinya melakukan pengecekan terkait legalitas lahan sekolah. “Sebenarnya bukan sengketa, tapi miskomunikasi. Kita saling bertanya, ini punya kami atau bagaimana. Kita juga pernah bersama-sama ke DPRD, karena waktu itu regulasinya memang harus melalui proses hukum,” katanya.
Reri menegaskan, saat ini aset SMAN 3 Rangkasbitung merupakan milik Pemerintah Provinsi Banten. Namun, relokasi tetap dilakukan karena kondisi sekolah dinilai membutuhkan fasilitas yang lebih memadai. “Yang jelas relokasi ini bukan karena kalah di pengadilan, tetapi karena sarana pendukung. Kita kekurangan rombel karena peminat banyak, kemudian kondisi bangunan. Kita juga khawatir karena bangunan ini dibangun tahun 1969,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini perbaikan bangunan hanya dilakukan secara bertahap. Sementara kebutuhan ruang belajar terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMAN 3 Rangkasbitung. “Tahun ini kita menampung 280 siswa untuk 8 rombel. Tapi yang mendaftar bisa mencapai sekitar 800 pendaftar,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten memastikan rencana relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke lokasi baru di Kampung Cibungur Pasir, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau SMAN 3 Rangkasbitung menyebut, keterbatasan lahan menjadi salah satu alasan sekolah tersebut perlu dipindahkan. Saat ini sekolah yang berada di Jalan Letnan Muharam, pusat Kota Rangkasbitung, berdiri di lahan sekitar 2.800 meter persegi dengan jumlah 21 rombongan belajar (rombel).
Baca Juga: Bangunan Tak Layak, SMAN 3 Rangkasbitung Bakal Direlokasi
“SMAN 3 Rangkasbitung rencana relokasi. Sekolah ini hanya berada di lahan 2.800 meter dan ada 21 rombel. Kita lihat sendiri sangat kecil dan sudah saatnya kita relokasi,” kata Andra. Rencana relokasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak serta menyesuaikan kebutuhan jumlah siswa yang terus bertambah. (mulyana)
