SATELITNEWS.COM, LEBAK–Sebanyak 105 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lebak hingga kini belum menjalankan kegiatan usaha secara reguler. Program koperasi tersebut masih menunggu penyelesaian proses rekrutmen manajer yang akan mengelola operasional koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa mengatakan, keberadaan manajer menjadi bagian penting dalam tahapan pengelolaan KDKMP. Saat ini, proses seleksi dan pembekalan bagi calon manajer masih berlangsung sebelum nantinya ditempatkan di masing-masing wilayah. “Untuk operasional reguler masih menunggu proses rekrutmen manajer. Dalam dua tahun pertama pengelolaannya akan melibatkan PT Agrinas,” ujar Imam, Kamis (18/6/2026).
Meski belum masuk tahap operasional penuh, sejumlah koperasi disebut sudah mulai bergerak atas inisiatif pengurus. Aktivitas tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi usaha di tingkat desa serta dukungan modal dari anggota koperasi. “Sudah ada beberapa yang berjalan, seperti usaha sembako dan kegiatan lainnya. Itu merupakan inisiatif pengurus sambil menunggu mekanisme pengelolaan berikutnya,” katanya.
Imam menjelaskan, nantinya manajer yang telah lolos seleksi tidak hanya bertugas menjalankan program koperasi, tetapi juga harus mampu menggali potensi ekonomi yang ada di masing-masing desa.
Menurutnya, peran pengurus koperasi tetap dibutuhkan karena mereka lebih memahami kondisi dan potensi lokal. Terlebih, manajer yang ditempatkan nantinya belum tentu berasal dari wilayah Kabupaten Lebak. “Pengurus yang sudah terbentuk tetap harus berkolaborasi dengan manajer. Karena kalau tidak memahami karakter dan potensi desa, pengembangan koperasi akan sulit berjalan maksimal,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan KDKMP dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa dengan mengoptimalkan potensi lokal serta membangun kemandirian usaha di tingkat akar rumput. “Ya tentunya program pemerintah pusat ini bisa menjadi garda terdepan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” tandasnya.(mulyana)
Baca Juga: Nilai Pengadaan PHC Naik Signifikan, Dinas Pertanian Lebak Diminta Transparan
