SATELITNEWS.COM, LEBAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dampak lebih luas dari sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik. Kalangan pendidik dan pesantren di Kabupaten Lebak melihat program tersebut sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Program MBG terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lebak. Dukungan terhadap keberlanjutan program pemerintah itu datang dari kalangan pendidikan dan pondok pesantren yang menilai pemenuhan gizi anak berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana mengatakan, dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dari persoalan kesehatan dan kecukupan nutrisi peserta didik. Menurutnya, kondisi fisik dan gizi yang baik menjadi salah satu faktor pendukung agar anak mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Iyan menyebut, MBG memiliki nilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar anak-anak sekolah. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun fondasi generasi masa depan. “Peserta didik merupakan penerima manfaat utama dari program ini. Kami melihat MBG secara substansi sangat bermanfaat karena mendukung proses pendidikan dan persiapan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Iyan, Selasa (16/6/2026).
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya program tersebut tentu dapat terus dievaluasi dan disempurnakan sesuai kebutuhan. Namun, tujuan utama untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa dinilai perlu tetap dijaga. “Perbaikan maupun penyempurnaan skema bisa saja dilakukan. Yang terpenting semangat dari program ini tetap berjalan karena berkaitan dengan masa depan anak-anak Indonesia,” katanya.
Dukungan juga datang dari kalangan pondok pesantren. Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, Oman Subasman Baihakisalam menilai MBG memiliki makna besar dalam membangun kualitas manusia Indonesia. Menurut Oman, keberadaan program tersebut tidak hanya dilihat dari makanan yang diberikan kepada anak-anak, tetapi dari dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kecerdasan generasi penerus.
Baca Juga: Wabup Lebak Kumpulkan Camat-Kades, Diminta Kawal Program MBG
“Ini bukan hanya soal memberikan makanan, tetapi bagaimana negara hadir menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing,” kata Oman yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Al Bantani.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh anak-anak. Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Oman menilai, kebutuhan gizi yang terpenuhi akan menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk generasi berkualitas. Anak-anak yang tumbuh sehat, kata dia, akan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi sumber kekuatan bangsa.
“Anak yang sehat dan cerdas akan menjadi modal bagi Indonesia yang lebih kuat. MBG merupakan bentuk perhatian negara terhadap masa depan anak-anak bangsa,” ujarnya. Ia juga berharap program tersebut dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.(mulyana)
