SATELITNEWS.COM, LEBAK – Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Akademisi hingga tokoh agama berharap proses tersebut melahirkan figur birokrat yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan etika pemerintahan.
Harapan tersebut muncul lantaran jabatan Sekda memiliki posisi sentral dalam struktur pemerintahan daerah. Selain sebagai pengendali administrasi birokrasi, Sekda juga memiliki peran penting dalam memastikan program kepala daerah berjalan melalui koordinasi dengan seluruh perangkat daerah.
Akademisi Institut Kemandirian Nusantara (IKN), Agus Hiplunudin, mengatakan sosok yang menduduki kursi Sekda harus memiliki perpaduan antara kemampuan profesional dan karakter kepemimpinan yang kuat.
Menurutnya, kapasitas seorang Sekda tidak cukup hanya dilihat dari pengalaman birokrasi, namun juga harus dibuktikan melalui pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
“Sekda harus memiliki kompetensi yang mumpuni karena jabatan ini memiliki tanggung jawab besar dalam menggerakkan roda birokrasi,” ujar Agus, belum lama ini melalui sambungan teleponnya. Ia menilai faktor integritas menjadi hal yang sangat menentukan. Sebab, Sekda akan menjadi salah satu figur kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Agus menegaskan, rekam jejak para kandidat perlu menjadi perhatian dalam proses seleksi. Menurutnya, pemimpin birokrasi harus memiliki keselarasan antara ucapan, tindakan, dan tanggung jawab moral sebagai aparatur negara. “Integritas berkaitan dengan moralitas dan etika. Seorang Sekda harus memiliki rekam jejak yang baik serta mampu menunjukkan komitmen terhadap pemerintahan yang bersih,” katanya.
Baca Juga: Tiga Pejabat Lebak Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda
Selain kemampuan administratif, Agus berharap Sekda terpilih nantinya memiliki pola pikir kritis dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat. Ia menyebut Sekda harus mampu menjadi penggerak perubahan birokrasi, termasuk mendorong pelayanan publik yang lebih efektif serta menciptakan budaya kerja yang profesional.
Di sisi lain, perhatian terhadap proses seleksi juga datang dari kalangan pesantren. Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, Ade Bujhaerimi, menyampaikan bahwa siapapun yang nantinya dipercaya mengemban amanah sebagai Sekda harus mampu menjadi pemimpin birokrasi yang dekat dengan masyarakat.
Ade menyebut tiga nama kandidat yang saat ini masuk dalam tahapan akhir, yakni Halson Nainggolan, Alkadri, dan Rusito, merupakan sosok yang memiliki pengalaman serta kemampuan masing-masing. Menurutnya, keputusan akhir sepenuhnya berada pada mekanisme seleksi yang berjalan. Namun ia berharap hasilnya dapat menghadirkan figur terbaik untuk Kabupaten Lebak. “Semua kandidat memiliki kapasitas dan pengalaman. Yang terpenting siapapun yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seorang Sekda idealnya memiliki kemampuan memimpin, membangun kerja sama, serta menjalin hubungan harmonis dengan berbagai unsur masyarakat. Ade berharap Sekda terpilih nantinya dapat membawa semangat pelayanan dan pembangunan yang lebih baik. “Kita berharap sosok yang terpilih benar-benar amanah, profesional, rendah hati, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lebak,” pungkasnya.(mulyana)
