SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Suasana di depan Rumah Sakit Buah Hati Pamulang tiba-tiba mencekam saat sebuah jari tangan muncul dari sela penutup gorong-gorong. Warga yang melihatnya sontak terkejut dan langsung menyadari bahwa orang yang terjebak itu membutuhkan pertolongan.
Warga pun melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkat) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Laporan itu diterima tim Rescue Bravo, Selasa (16/6/2026). Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.
“Sebelum Magrib kita menerima laporan, ada orang terjebak didalam gorong-gorong, kita langsung menuju lokasi di depan RS Buah Hati,” ujar Komandan Regu Rescue Bravo Damkar Tangsel, Muhammad Sigit saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (17/6).
Setibanya di lokasi, petugas menghadapi kesulitan karena tidak mengetahui posisi pasti korban yang diketahui merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Tim kemudian mengangkat dua penutup gorong-gorong untuk melakukan pencarian. Setelah beberapa saat, mereka menemukan petunjuk berupa karung yang dibawa korban.
“Akhirnya kita ambil dua jarak penutup got kita angkat. Ternyata kelihatan karung yang dia bawa, kemudian kita pancing dia untuk keluar tawarkan makanan dan minuman lalu dia keluar sendiri bisa,” katanya.
Sigit menuturkan, pria itu cukup kooperatif menjawab pertanyaan petugas. Ia menyebut namanya Suharto kelahiran 1994. Meski tampak lemas, ia masih mampu menjawab pertanyaan petugas.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
“Dia mengaku namanya Suharto kelahiran 1994,” katanya seraya bergumam bahwa semua pertanyaan dijawab seperti normal.
Menurut Sigit, kondisi di dalam gorong-gorong sangat sempit dan berbahaya. Pada titik tempat Suharto terjebak, tinggi ruang hanya sekitar 40 sentimeter sehingga tubuhnya tidak bisa berputar.
“Posisinya tiarap. Dia sudah kelelahan dan tidak bisa bergerak maju maupun mundur,” jelasnya.
Petugas menduga Suharto masuk melalui bagian gorong-gorong yang terbuka sekitar 17 meter dari lokasi dirinya ditemukan. Namun, semakin ke dalam, ukuran saluran menyempit hingga akhirnya membuatnya terjebak.
Selain ruang yang sempit, terbatasnya sirkulasi udara di dalam gorong-gorong diduga membuat kondisi korban semakin melemah.
Kata Sigit, keberadaan Suharto pertama kali diketahui oleh seorang pengemudi ojek yang melihat tangan muncul dari sela-sela penutup gorong-gorong.
“Awalnya tukang ojek ngira hewan, taunya manusia akhirnya dia telpon ke kita,” sebutnya.
Baca Juga: Berawal dari Kompor yang Ditinggal Menyala, Rumah Dua Lantai di Pamulang Terbakar
Dalam proses evakuasi selama 15 menit, petugas bersama warga bekerja sama mengangkat penutup gorong-gorong yang cukup berat secara manual hingga korban berhasil diselamatkan.
Yang mengejutkan, alasan Suharto masuk ke dalam gorong-gorong terbilang tidak biasa. Saat ditanya petugas mengapa memilih masuk ke saluran tersebut, Suharto memberikan jawaban singkat.
“Saya malu lewat jalan, jadinya saya lewat bawah,” kata Sigit memeragakan jawaban Suharto.
Setelah dievakuasi, Suharto dibawa ke Polsek Pamulang untuk pendataan sebelum selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengalaman pertama bagi tim Rescue Bravo Damkar Tangsel menangani evakuasi seseorang yang terjebak di dalam gorong-gorong. (eko)
