SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang membutuhkan 16.500 penerangan jalan umum (PJU) baru untuk menerangi 137 ruas jalan. Namun, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk membangun 1.500 hingga 1.600 PJU per tahun.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) dan PLN di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (17/6). Kadishub menjelaskan saat ini PJU yang dikelola dan telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sebanyak 17.815 titik di 29 wilayah kecamatan.
Pihaknya membutuhkan 16.500 PJU baru namun pemasangannya harus dicicil secara bertahap. Katanya, hal itu dikarenakan terbatasnya anggaran yang menjadi kendala utama dalam melengkapi sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik jalan.
“Kalau yang dibangun pemda sekitar 17.815 titik. Sedangkan yang dibangun swasta atau pengembang belum ada pendataan dan penyerahan ke pemda. Untuk saat ini kita butuh kurang lebih di angka 16.500 titik untuk pemasangan penerangan jalan umum (PJU),” kata Jaenudin.
Jainudin menyebut, alokasi dana untuk sarana dan prasarana perhubungan yang setiap tahunnya dianggarkan sekitar Rp50 miliar. Kendati demikian, lebih dari separuh anggaran tersebut dialokasikan untuk membayar tagihan listrik PJU yang telah berdiri.
”Untuk bayar rekening listrik PJU itu besaran tiap tahunnya Rp28 miliar. Sementara untuk dalam rangka pembangunan itu dialokasikan tiap tahunnya di angka Rp15 hingga Rp20 miliar,” ungkapnya.
Baca Juga: 392 Jemaah Haji Asal Kabupaten Tangerang Pulang, Tujuh Orang Meninggal di Arab Saudi
Dengan kemampuan anggaran yang terbatas, Jainudin memperkirakan pemenuhan 16.500 titik PJU baru akan memakan waktu hingga 25 tahun apabila tidak ada alokasi tambahan anggaran. Menurut
Jainudin, Kabupaten Tangerang perlu memprioritaskan proyek PJU agar alokasi anggarannya disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
”Kita sampaikan, usulan ke DPRD dalam hal kaitan dengan kebutuhan. Tetapi kan kita juga paham, Kabupaten Tangerang itu kan luas ada 29 kecamatan, dan bahkan ada yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Jainudin menambahkan, Pemkab Tangerang bakal menjajaki pembiayaan alternatif lewat kerja sama pihak swasta demi mengurangi ketergantungan pada APBD. Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) saat ini fokus pada perbaikan lampu rusak secara massal lewat program jangka pendek Gerebek PJU. Gerakan ini sudah berjalan di kawasan Tangerang Utara seperti Kecamatan Kronjo, Mauk, Kemiri, dan Teluknaga, lalu akan menyasar wilayah Cisoka, Solear, Tigaraksa, serta Jambe pada bulan berikutnya.
”Target jangka pendeknya, Bupati berharap pada periode 2027–2028 seluruh jalur utama kabupaten (371 ruas) sudah bisa diterangi secara maksimal,” tuturnya.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto juga mengatakan, bahwa pembahasan PJU kali ini melibatkan pihak PLN UP3 Cikupa serta perwakilan DPR RI. Katanya, kebutuhan PJU ini berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses. Banyak warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan di lingkungan tempat tinggal mereka yang merupakan kawasan permukiman baru.
Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi saat ini bukan hanya soal penyediaan lampu jalan, tetapi juga keterbatasan jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah. Meski pemerintah daerah telah memiliki infrastruktur penerangan berbasis tenaga surya atau PLTS, masih terdapat banyak lokasi yang membutuhkan dukungan jaringan listrik konvensional. Karena itu, kata dia, DPRD bersama
Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang melakukan koordinasi dengan PLN guna memetakan kebutuhan sekaligus mencari langkah terbaik untuk memperluas layanan penerangan jalan.
Baca Juga: Wabup Tangerang Intan Hadiri Purnawiyata SDN Peusar, Dorong Pengembangan Bakat dan Karakter Siswa
“Kami berdiskusi dengan pemerintah daerah dan PLN untuk membedah persoalan ini bersama-sama. Tujuannya mencari solusi terbaik agar kebutuhan masyarakat terhadap penerangan jalan dapat terpenuhi,” katanya.
Bimo menegaskan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan PLN menjadi langkah penting dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia berharap tidak ada lagi wilayah gelap di Kabupaten Tangerang seiring dengan upaya pemerataan fasilitas publik.
“Kami ingin menyamakan persepsi dan menyusun langkah ke depan. Ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah agar Kabupaten Tangerang semakin terang dan tidak ada lagi wilayah yang minim penerangan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD juga mendapatkan gambaran dari PLN terkait mekanisme dan tahapan yang harus ditempuh untuk memperluas jaringan listrik yang nantinya dapat mendukung pemasangan PJU. Terkait wilayah yang membutuhkan tambahan penerangan jalan, Bimo menyebut hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang masih memerlukan peningkatan fasilitas PJU.
“Hampir semua dari 29 kecamatan membutuhkan penerangan jalan. Saat ini beberapa wilayah sedang dalam proses penanganan, dan ke depan akan terus kita petakan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap,” katanya.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Nur Rojab menambahkan akan berupaya untuk menambahkan anggaran khusus PJU pada perubahan APBD mendatang. Namun, berapa besar anggaran yang akan ditambah, pria yang akrab disapa Ojeb ini tidak bisa memastikan. Dia menegaskan penambahan anggaran akan dilakukan berdasarkan kemampuan PAD Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Juarai Arena Menembak Popda XII Banten
“Nanti akan dilakukan penambahan anggaran di perubahan anggaran, misal kan gitu ya, di ABT. Menjadi prioritas untuk penambahan anggaran. Karena memang misal di 2026 ini kan lagi dikonsentrasikan ke infrastrukturnya, yang tentang jalannya dan jembatan. Beres jembatan berarti di ABT nih kita dorong penambahan anggaran untuk di Dinas Perhubungan, ” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy menambahkan, bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementrian ESDM akan membantu
Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal penyediaan alat penerangan jalan. Katanya, berdasarkan hasil rekapitulasi yang telah dilakukan, terdapat 1.831 titik PJU yang akan diberikan untuk dipasang di seluruh wilayah di Kabupaten Tangerang.
“Berdasarkan hasil rekapitulasi yang kita lakukan terhadap kecamatan-kecamatan, kebutuhan yang kita sampaikan ke pusat itu di angka 1.831 titik, ” katanya. (alfian)
