Senin, 10 Agustus 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Badan Gizi Nasional Perketat Sistem Pengawasan MBG

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 9 Agu 2026 20:13 WIB
Rubrik Nasional
Badan Gizi Nasional Perketat Sistem Pengawasan MBG

Kepala BGN Sudaryono. Dia memastikan mulai ini setiap wadah makanan atau ompreng MBG wajib mencantumkan batas waktu konsumsi, dan sekolah wajib memberikan kepastian bahwa makanan hanya dikonsumsi dalam rentang waktu yang aman. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Serangkaian kasus keracunan yang diduga terkait makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat sistem keamanan pangan di sekolah. Mulai pekan depan, setiap wadah makanan atau ompreng MBG wajib mencantumkan batas waktu konsumsi, sementara sekolah diminta memastikan makanan hanya dikonsumsi dalam rentang waktu yang aman.

Kebijakan tersebut menandai perubahan pendekatan BGN dalam mengelola MBG. Fokus pengawasan kini tidak hanya berada di dapur penyedia makanan, tetapi juga pada distribusi, penyimpanan, dan konsumsi makanan di sekolah. Langkah itu diambil karena makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet dan umumnya hanya memiliki batas aman konsumsi sekitar empat jam setelah matang.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan makanan MBG sebaiknya langsung dikonsumsi di sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan. Menurut dia, kebiasaan membawa pulang makanan meningkatkan risiko keracunan karena makanan dapat disimpan terlalu lama sebelum dikonsumsi.

“Sebisa mungkin tidak dibawa pulang. Pastikan makanan dikonsumsi di kelas pada jam yang diperbolehkan,” kata Sudaryono dalam rapat koordinasi penyelenggaraan MBG secara daring, Sabtu (8/8/2026), sebagaimana dikutip dari laman resmi BGN, Minggu (9/8/2026).

Ia mengungkapkan bahwa di beberapa lokasi, kasus keracunan tidak hanya menimpa siswa, tetapi juga anggota keluarga yang mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang. Temuan tersebut menjadi dasar BGN memperketat pengendalian waktu konsumsi makanan.

Melalui kebijakan baru yang mulai berlaku pekan depan, setiap ompreng akan mencantumkan batas waktu konsumsi. Guru dan siswa diminta tidak mengonsumsi makanan apabila waktu yang tertera telah terlampaui.

Baca Juga: Kepala BGN Proses Pemecatan 66 Kepala SPPG

Sudaryono menjelaskan bahwa makanan MBG benar-benar dimasak segar dan tidak termasuk makanan ultra-proses, sehingga memiliki jendela waktu yang terbatas untuk tetap aman dikonsumsi. Karena itu, pencantuman batas waktu pada setiap wadah diharapkan menjadi acuan yang jelas bagi sekolah.

Pengawasan juga diperkuat di tingkat sekolah melalui penunjukan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC). Petugas ini berasal dari tenaga kependidikan, seperti staf administrasi atau tata usaha, dan bertugas menerima makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memeriksanya sebelum dibagikan kepada siswa.

BeritaTerbaru

Ada 6 Juta Data Ganda MBG, SPPG di Deadline 10 Agustus

Ada 6 Juta Data Ganda MBG, SPPG di Deadline 10 Agustus

Jumat, 7 Agu 2026 08:03 WIB
BPS: Layanan Haji 2026 Sangat Memuaskan

BPS: Layanan Haji 2026 Sangat Memuaskan

Jumat, 7 Agu 2026 08:00 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Penopang Utama

Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Penopang Utama

Kamis, 6 Agu 2026 08:00 WIB
Tanggapi Isu Agustus, Menko Polkam: Indonesia Aman

Tanggapi Isu Demo Agustus, Menko Polkam: Indonesia Aman

Kamis, 6 Agu 2026 07:56 WIB

Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik, yakni dengan membuka kemasan, mengambil sampel, kemudian memeriksa aroma, rasa, dan kondisi fisik makanan. Apabila ditemukan indikasi makanan tidak memenuhi standar, makanan tersebut tidak boleh dibagikan kepada siswa.

BGN menempatkan PIC sebagai lapisan pengawasan terakhir di sekolah sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Seluruh proses penerimaan dan pemeriksaan makanan juga akan tercatat dalam sistem pemantauan.

Di sisi hulu, BGN mewajibkan seluruh SPPG menggunakan sistem monitoring produksi. Saat ini terdapat 27.489 SPPG yang beroperasi, dan setiap dapur diwajibkan mencatat tahapan produksi mulai dari persiapan bahan, proses memasak, makanan matang, pengemasan, hingga pengiriman ke sekolah.

Data tersebut memungkinkan BGN menelusuri waktu produksi, distribusi, dan penyajian makanan apabila terjadi persoalan keamanan pangan. Dengan sistem itu, titik rawan dapat diidentifikasi lebih cepat, termasuk jika ditemukan keterlambatan distribusi atau penyimpanan makanan yang melampaui batas aman.

Baca Juga: Ada 6 Juta Data Ganda MBG, SPPG di Deadline 10 Agustus

Untuk memastikan pengawasan tidak berhenti pada level sekolah, BGN juga mengubah pola kerja organisasinya. Para pejabat eselon I dan eselon II kini diwajibkan bertanggung jawab langsung atas wilayah tertentu di daerah. Mereka diminta lebih banyak berkantor di wilayah tugas masing-masing untuk mengawasi pelaksanaan MBG dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta koordinator program di lapangan.

Sudaryono menetapkan bahwa pejabat yang hendak kembali ke Jakarta harus terlebih dahulu melapor kepada kepala badan.

Menurut dia, pengawasan MBG tidak bisa dilakukan secara terpusat karena dapur dan satuan pelayanan berada di berbagai daerah. Dengan penanggung jawab wilayah, koordinasi dalam menangani kasus keracunan maupun persoalan distribusi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. (rmg/xan)

Tags: Badan Gizi NasionalBGNMBG
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemerintah Diminta Percepat Mitigasi Potensi Dampak El Nino
Nasional

Pemerintah Diminta Percepat Mitigasi Potensi Dampak El Nino

Rabu, 5 Agu 2026 15:37 WIB
Baru 7 Sekolah Laksanakan MBG di Tangsel, Pemkot Masih Tunggu Juknis
Nasional

Program MBG Sudah Telan Anggaran Rp101 Triliun, Dinikmati 63 Juta Penerima Manfaat

Rabu, 5 Agu 2026 07:51 WIB
BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Solusi Menabung untuk Bayar Iuran Peserta JKN
Nasional

BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN, Solusi Menabung untuk Bayar Iuran Peserta JKN

Selasa, 4 Agu 2026 18:49 WIB
Purbaya Sebut Moody’s-Fitch “Offside”
Nasional

Menkeu Purbaya Sebut Moody’s-Fitch “Offside”

Selasa, 4 Agu 2026 16:19 WIB
201 Juta Usia Produktif, Total 290 Juta Penduduk Indonesia
Nasional

201 Juta Usia Produktif, Total 290 Juta Penduduk Indonesia

Selasa, 4 Agu 2026 16:15 WIB
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli, Inflasi Tahunan Naik
Bisnis

Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli, Inflasi Tahunan Naik

Senin, 3 Agu 2026 16:43 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Sachrudin Minta Dukungan Anggaran ke Pusat

Sachrudin Minta Dukungan Anggaran ke Pusat

Rabu, 5 Agu 2026 16:51 WIB
PPID PEMPROV BANTEN : PPID Pemprov Banten tidak memberikan informasi data yang diminta masyarakat melalui sambungan online. Padahal, lebih dari seribu tenaga ahli Pwmprov Banten dibayar untuk memudahkan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat. (ISTIMEWA)

BEM Nusantara Nilai APBD Banten Dihamburkan untuk Membayar 1.853 Tenaga Ahli

Minggu, 9 Agu 2026 16:54 WIB
Denda Rp2,5 Juta Ancam Pembuang Sampah Sembarangan di Lebak

Denda Rp2,5 Juta Ancam Pembuang Sampah Sembarangan di Lebak

Kamis, 6 Agu 2026 19:46 WIB
Nasionalisme Gen Z Dinilai Luntur, Adde Rossi: Jadi Alarm

Nasionalisme Gen Z Dinilai Luntur, Adde Rossi: Jadi Alarm

Rabu, 5 Agu 2026 20:09 WIB
Empat Ton Sampah Diangkut dari Situ Pamulang

Empat Ton Sampah Diangkut dari Situ Pamulang

Minggu, 9 Agu 2026 20:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.