Rabu, 7 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Nasionalisme Gen Z Dinilai Luntur, Adde Rossi: Jadi Alarm

Oleh Made Nusantara
Rabu, 5 Agu 2026 20:09 WIB
Rubrik Kabupaten Lebak
Nasionalisme Gen Z Dinilai Luntur, Adde Rossi: Jadi Alarm

EVALUASI DAN PENGUATAN PROGRAM MPR: Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa usai menggelar kegiatan evaluasi dan penguatan program MPR RI yang digelar di Gedung PGRI Rangkasbitung, Rabu (5/8/2026). MULYANA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, LEBAK – Menurunnya rasa nasionalisme di kalangan Generasi Z (Gen Z) menjadi perhatian serius anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa. Berdasarkan hasil survei yang dirilis Populis ID pada Juli 2025, sekitar 65 persen Gen Z disebut mengalami krisis nasionalisme. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm bagi seluruh elemen bangsa agar semakin memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Persoalan itu mengemuka dalam kegiatan evaluasi dan penguatan program MPR RI yang digelar di Gedung PGRI Rangkasbitung, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan hingga kader Posyandu yang diajak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi.

Adde Rosi mengatakan, sebagai anggota MPR RI dirinya memiliki tanggung jawab untuk terus menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. “Data itu menjadi trigger bagi kami untuk terus turun ke sekolah, kampus, maupun organisasi masyarakat. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh berhenti sebatas hafalan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati, menjaga persatuan, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Politisi Partai Golkar itu mengaku masih menemukan pelajar yang belum hafal Pancasila maupun Pembukaan UUD 1945 saat melakukan sosialisasi di sejumlah sekolah. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan perlu kembali diperkuat. “Dulu hampir semua anak sekolah hafal Pancasila. Sekarang, mohon maaf, saya masih menemukan ada yang belum hafal. Padahal kita adalah negara yang berdiri di atas dasar Pancasila. Sangat disayangkan jika generasi penerus tidak memahami dasar negaranya sendiri,” ujarnya.

Adde Rosi menilai perkembangan teknologi informasi dan derasnya pengaruh budaya luar menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Kemudahan mengakses berbagai informasi dinilai harus diimbangi dengan pendidikan karakter agar tidak menggerus rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga: 2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar

Menurutnya, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus ini harus dijadikan sarana untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat hingga ke tingkat desa. “Momen Agustus harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mencintai bangsa ini. Jangan sampai nasionalisme generasi muda semakin luntur karena pengaruh perkembangan zaman,” tuturnya.

Selain lingkungan sekolah, Adde Rosi juga menilai keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Karena itu, kader Posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga diajak menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. “Saya harap persoalan menurutnya rasa nasionalisme di kalangan gen z ini harus kita cegah bersama-sama,”tandasnya.

BeritaTerbaru

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Selasa, 6 Okt 2026 17:59 WIB
2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar

2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar

Selasa, 6 Okt 2026 14:59 WIB
Jalan Lurus Jadi Jebakan Maut, Polres Lebak MInta Sopir Waspada

Jalan Lurus Jadi Jebakan Maut, Polres Lebak Minta Sopir Waspada

Selasa, 6 Okt 2026 11:10 WIB
Dapur MBG Polri di Lebak Ditumbuhi Rumput Liar, Mobil Berdebu

Dapur MBG Polri di Lebak Ditumbuhi Rumput Liar, Mobil Operasional Berdebu

Senin, 5 Okt 2026 17:34 WIB

Sementara, salah seorang peserta, Sopian, pemuda asal Desa Pajangan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengaku kegiatan yang diikuti tersebut membuka kembali pemahamannya mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial.

Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang diskusi yang mampu mengingatkan kembali pentingnya mencintai bangsa dan negara. Sebab, derasnya arus informasi melalui media sosial kerap membuat anak muda lebih mengenal budaya luar dibandingkan memahami nilai-nilai yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Banyak hal yang sebelumnya belum saya pahami menjadi lebih jelas, terutama mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nasionalisme bukan hanya soal menghafal Pancasila, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan ikut berkontribusi membangun daerah maupun negara,” ujar Sopian.

Iya berharap sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya dilaksanakan di perkotaan, tetapi juga terus menyasar desa-desa sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang dapat memecah belah bangsa. “Saya berharap kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan karena manfaatnya sangat besar. Dengan begitu, generasi muda akan semakin memahami perannya sebagai penerus bangsa dan memiliki rasa cinta tanah air yang lebih kuat,” tandasnya.(mulyana)

Baca Juga: Jalan Lurus Jadi Jebakan Maut, Polres Lebak Minta Sopir Waspada

 

Tags: Adde Rossi: Jadi AlarmNasionalisme Gen Z Dinilai Lunturpendidikan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Punya Mobil atau Lahan Luas Masih Desil Rendah, Begini Kata BPS Lebak
Banten Region

Punya Mobil Maupun Lahan Luas Masih Desil Rendah, Begini Alasan BPS Lebak

Senin, 5 Okt 2026 17:19 WIB
Sopir Mengantuk Picu Kecelakaan Beruntun di Lebak, Truk Hantam 4 Minibus
Banten Region

Sopir Mengantuk Picu Kecelakaan Beruntun di Lebak, Truk Hantam 4 Minibus

Senin, 5 Okt 2026 13:50 WIB
Dukun Cabul di Lebak Pakai Modus Usir Jin Agar Bisa Setubuhi Korban
Banten Region

Dukun Cabul di Lebak Pakai Modus Usir Jin Agar Bisa Setubuhi Korban

Minggu, 4 Okt 2026 17:38 WIB
Warga Miskin Tak Tersentuh Bansos, DPRD Lebak Desak Desil Dibongkar
Banten Region

Warga Miskin Tak Tersentuh Bansos, DPRD Lebak Desak Desil Dibongkar

Minggu, 4 Okt 2026 14:56 WIB
Lebak Punya Baduy dan Multatuli, Tapi Belum Punya Branding
Banten Region

Lebak Punya Baduy dan Multatuli, Tapi Belum Punya Branding

Minggu, 4 Okt 2026 14:05 WIB
Diduga Berbuat Cabul, Warga di Lebak Gerebek Rumah Dukun
Banten Region

Masih Berusia 16 Tahun, Korban Dukun Cabul di Lebak Ternyata Hamil

Jumat, 2 Okt 2026 14:33 WIB
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

MUI Pusat Apresiasi MUI Kabupaten Tangerang Raih ISO 9001:2015

MUI Pusat Apresiasi MUI Kabupaten Tangerang Raih ISO 9001:2015

Jumat, 2 Okt 2026 21:07 WIB
SUKARESMI AGRI FEST 2026 -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menghadiri dan membuka acara Sukaresmi Agri Fest 2026, di Alun-alun Kecamatan Sukaresmi, Senin (5/10/2026). (ISTIMEWA)

Sukaresmi Agri Fest 2026, Bupati Dewi Dorong Peningkatan Sektor Pertanian

Senin, 5 Okt 2026 15:20 WIB
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur

Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Sinergi, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur

Sabtu, 3 Okt 2026 09:41 WIB
SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang mengamankan 13 warga negara asing (WNA) asal China yang melanggar aturan keimigrasian. Mereka bekerja secara ilegal bahkan ada yang menjadi buruh kasar atau kuli bangunan proyek. Para WNA tersebut dikenakan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan dengan sanksi penangkalan dan deportasi. Belasan WNA tersebut diamankan saat Operasi Timpora yang digelar di tiga titik wilayah Kabupaten Tangerang. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan menuturkan, dalam operasi Timpora pihaknya menyasar tiga lokasi, yakni dua perusahaan di wilayah Cikupa dan satu proyek konstruksi di Legok. Dalam penyisiran tersebut, didapati 13 WNA yang melakukan pelanggaran. Mereka merupakan para pekerja proyek yang berprofesi sebagai buruh kasar, mandor, dan manajer fondasi. "Kami menyasar tiga lokasi, ada 40 WNA yang kami cek dokumen keimigrasiannya dan hasilnya ada 13 WNA yang tidak sesuai dokumennya, mereka ini merupakan pekerja di proyek konstruksi dengan jabatan buruh kasar, mandor dan manajer fondasi," katanya, Jumat (2/10). Belasan WNA tersebut memiliki dokumen C20 atau izin tinggal, tetapi saat dilakukan pengecekan tidak sesuai dengan peruntukannya. Hasil pemeriksaan, mereka tinggal dalam satu mess atau asrama dan sudah bekerja selama 1 hingga 3 bulan. Di lain pihak, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, menuturkan, para WNA yang diamankan saat ini sudah tidak lagi bekerja di proyek tersebut. "Mereka sudah dilarang berkegiatan dilokasi tersebut. Sementara untuk para WNA yang mematuhi aturan keimigrasian, hanya kami ingatkan saja untuk tetap mengikuti aturan dan menjamin kepatuhan mereka," ungkapnya. (gatot)

Belasan WN China Langgar Izin Kerja di Kabupaten Tangerang, Bekerja Jadi Mandor Hingga Kuli

Sabtu, 3 Okt 2026 11:55 WIB
Komisi XIII Setujui Bilik Asmara di Lapas Perempuan Bandung

Ketua Komisi XIII Setujui Bilik Asmara di Lapas Perempuan Bandung

Rabu, 30 Sep 2026 14:09 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.