SATELITNEWS.COM, LEBAK–Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polri di Kabupaten Lebak menjadi sorotan setelah foto-foto yang memperlihatkan kondisi bangunan tersebut beredar di tengah masyarakat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, itu terlihat belum menunjukkan aktivitas pelayanan.
Dalam gambar yang beredar, halaman di sekitar bangunan tampak ditumbuhi rumput liar. Kondisi tersebut memberi kesan fasilitas belum dimanfaatkan secara aktif. Sorotan juga terlihat dari keberadaan mobil boks pengangkut makanan MBG yang masih terparkir di area garasi. Kendaraan tersebut tampak tidak digunakan dan bagian luarnya terlihat dipenuhi debu.

Di bagian depan bangunan, terdapat identitas berupa logo Badan Gizi Nasional (BGN), Polri, serta Yayasan Kemala Bhayangkari. Keberadaan logo tersebut menunjukkan fasilitas itu dipersiapkan sebagai salah satu SPPG dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Polres Lebak memastikan kondisi tersebut bukan karena fasilitas ditinggalkan. Kepolisian menyebut SPPG tersebut memang belum masuk tahap operasional sejak pembangunan selesai. Kasihumas Polres Lebak Iptu Moestafa Ibnu Syafir, mewakili Kapolres Lebak AKBP Arninsi, mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi secara utuh mengenai kondisi bangunan yang videonya beredar.
“Perlu kami luruskan bahwa SPPG tersebut memang sejak selesai dibangun sampai saat ini belum beroperasi dan belum digunakan untuk kegiatan pelayanan,” kata Moestafa, Senin (5/10/2026). Menurut dia, belum adanya aktivitas di dalam maupun sekitar bangunan menjadi alasan kondisi fasilitas terlihat kurang terawat. Termasuk tumbuhnya tanaman di sejumlah bagian area.
“Karena memang belum digunakan secara aktif, ada bagian area yang terlihat ditumbuhi tanaman. Namun hal tersebut bukan berarti fasilitas tersebut ditinggalkan atau terbengkalai,” ujarnya. Moestafa menegaskan, SPPG tersebut masih dipersiapkan untuk dapat digunakan sesuai ketentuan. Polres Lebak juga melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan fasilitas terpenuhi sebelum pelayanan dimulai.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Ubah Skema, Insentif Dapur MBG Rp 2.000 Per Porsi
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap sebelum SPPG tersebut nantinya digunakan dan beroperasi,” katanya. Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari potongan video atau dokumentasi yang beredar. Menurutnya, kondisi sebuah fasilitas yang belum digunakan tidak bisa langsung disamakan dengan bangunan yang mangkrak.
“Kami mengimbau masyarakat agar melihat informasi secara utuh dan tidak langsung menyimpulkan suatu kondisi hanya berdasarkan dokumentasi yang beredar,” tuturnya. “Sekali lagi, SPPG tersebut bukan fasilitas yang mangkrak. Bangunan itu memang belum digunakan untuk pelayanan MBG sejak selesai dibangun dan masih menunggu kesiapan sebelum masuk tahap operasional,” pungkasnya. (mulyana)




















