SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Universitas Raharja Tangerang kembali menggelar Raharja Career pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai V tersebut diikuti 224 peserta serta melibatkan perwakilan dunia industri dan SMA/SMK di wilayah Tangerang.
Rektor Universitas Raharja, Prof. Dr. Po Abas Sunarya, mengatakan Raharja Career merupakan bagian dari kalender akademik sekaligus tahapan yang wajib diikuti mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan karya sekaligus memperoleh evaluasi sebelum memasuki tahap akhir perkuliahan.
“Ini sudah masuk kalender akademik. Jadi wajib untuk melakukan kegiatan ini, karena kita betul-betul menginginkan punya alumni, punya lulusan itu betul-betul matang, tidak setengah-setengah,” kata Abas.
Menurut Abas, proses presentasi dan publikasi karya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui kekurangan dari sisi akademis. Masukan dari proses evaluasi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menyempurnakan karya sebelum mahasiswa menyelesaikan tahapan akhir. “Di sinilah mereka koreksi juga dari akademisnya, kurang ini, kurang ini. Nah, dalam jeda waktu tertentu nanti mereka memperbaiki catatan-catatan itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karya mahasiswa yang telah melalui proses pengujian dan dipresentasikan di hadapan dewan penguji diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi menjadi hasil akhir yang dapat diterapkan. “Jadi kalau diuji praktiskan itu dan dia juga dipresentasikan, di dewan penguji itu sudah hasil yang akhir. Itu tujuannya,” katanya.
Abas menegaskan, Universitas Raharja mendorong agar penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa memiliki manfaat nyata. Menurutnya, kualitas karya tidak hanya diukur dari aspek akademis, tetapi juga dari sejauh mana karya tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat maupun dunia usaha. “Penelitian, pengabdian masyarakat itu bukan hanya berapa bagus tapi enggak dipakai. Kita mau yang sederhana, lebih baik yang lebih bagus, terus diperbaiki,” jelasnya.
Baca Juga: Universitas Raharja Tuan Rumah Seminar Internasional, Bahas AI Berorientasi Kesejahteraan Manusia
Ia menambahkan, karya mahasiswa yang dapat diterapkan di dunia usaha juga berpotensi membuka peluang kerja bagi pembuatnya. Terlebih, sejumlah mahasiswa Universitas Raharja telah memiliki pengalaman bekerja maupun menjalani program magang di perusahaan. Abas mencontohkan, perusahaan yang melihat karya mahasiswa dan menilai karya tersebut dapat diterapkan berpeluang merekrut mahasiswa bersangkutan untuk ikut mengembangkan sekaligus mengawal penerapannya.
“Nah, itu cara kita bagaimana mendapatkan ‘dagangan’ kita istilahnya. Kalau di dalam pendidikan, apa sih dagangan kita? Manusia, SDM. Jadi dengan kita sudah diakui sama dia karyanya dan dipakai pula, berarti pembuatnya itu sudah langsung disuruh ngawal. Jadi tidak susah cari kerja,” pungkasnya. (made)



















