SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Universitas Raharja Tangerang menjadi tuan rumah konferensi internasional bertajuk “Advancing Artificial Informatics Through Engineering, Psychology, and Ethics for Human-Centered Well-Being” di Aula Universitas Raharja, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan profesor dari berbagai negara untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), rekayasa teknologi, psikologi, serta aspek etika dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Konferensi tersebut menghadirkan Prof. Dr. Akram M. Zeki, Professor at Kuliyyah of Information and Communication Technology; Prof. Dr. Abdul Wahab Abdul Rahman, MSEE., BSc., Professor of International Islamic University Malaysia; serta Prof. Dr. Ankur Singh Bist, B.Tech., M.Tech., Ph.D., Professor at Graphic Era Hill University.
Rektor Universitas Raharja, Prof Dr Abas Sunarya, mengatakan konferensi internasional tersebut merupakan bagian dari agenda akademik yang rutin diselenggarakan Universitas Raharja setiap tahun.
“Setiap tahun harus ada international conference. Ini lanjutan dari kegiatan sebelumnya,” ujar Abas.
Menurut Abas, Universitas Raharja sebelumnya juga terlibat dalam konferensi internasional yang digelar di Universitas Bunda Mulia. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 paper dari akademisi yang berasal dari 38 negara.
Baca Juga: Universitas Raharja Wajibkan AI dalam Pendidikan, Rektor: Mutlak
Abas mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas jejaring akademik, tetapi juga menjaga standar pendidikan dan meningkatkan daya saing mahasiswa.
Ia menegaskan, orientasi perguruan tinggi bukan sekadar menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, melainkan memastikan lulusan mampu berprestasi dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Tagline Raharja itu bukan bangga kita meluluskan seberapa banyak, tetapi bangga mahasiswa kita yang bisa
berprestasi di masyarakat,” katanya.
Untuk memperkuat kualitas tersebut, Universitas Raharja terus mengembangkan kerja sama dengan mitra di dalam maupun luar negeri, termasuk melalui program pertukaran mahasiswa.
“Standar untuk menyerap ilmu internasional itu selalu dijaga. Kita dalam dan luar negeri. Bahkan ada pertukaran mahasiswa, kita ke sana, ada yang ke mari,” ujarnya.
Abas mengatakan pihaknya juga menargetkan Universitas Raharja terus memperkuat posisi di tingkat global. Menurut dia, keterbatasan ukuran kampus bukan penghalang untuk menunjukkan kualitas yang dapat bersaing secara internasional.
Baca Juga: Universitas Raharja Tangerang Perkuat Daya Saing Mahasiswa Lewat Seminar Internasional AI
“Kita terus ingin menjadikan kampus ini kelas dunia. Walaupun kecil, kita bisa berprestasi dan menunjukkan bahwa kita punya kualitas yang bisa standar dunia,” katanya.
AI dan Tantangan Etika
Sementara, Ketua Yayasan Nirwana Nusantara Tangerang, Prof. Dr. Untung Rahardja, mengatakan konferensi tersebut menghadirkan profesor dari sejumlah negara, di antaranya Irak, India, dan Malaysia.
“Ini sebenarnya merupakan sebuah conference internasional. Banyak profesor dari luar negeri yang datang ke kita,” kata Untung.
Menurutnya, penyelenggaraan konferensi internasional tersebut didukung jejaring akademik yang dibangun Universitas Raharja melalui berbagai asosiasi di tingkat nasional dan internasional.
Jejaring tersebut, kata Untung, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Ini akan sangat bermanfaat untuk mahasiswa membuka wawasan. Ke depannya juga akan ada lebih banyak lagi international conference seperti ini,” ujarnya.
Untung menilai perkembangan AI kini telah masuk dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan akan terus memberikan perubahan terhadap berbagai sektor.
“Artificial Intelligence sudah sangat membumi. Keseharian kita juga sudah memakai itu,” katanya.
Karena itu, perkembangan AI menurutnya perlu diiringi kesadaran untuk menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Masyarakat, kata dia, tidak cukup hanya menjadi pengguna, tetapi juga perlu memahami perubahan yang ditimbulkan perkembangan teknologi.
“Enggak bisa cuma menunggu perubahan-perubahan, tapi kita punya kesadaran dan kita harus jalankan ini dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain menjadi forum pertukaran pengetahuan, konferensi tersebut diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi dan menghasilkan proyek yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Untung mengatakan kerja sama ke depan dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah maupun kementerian melalui berbagai proyek berbasis teknologi dan pengetahuan.
“Output-nya tentu selain pembelajaran, nanti proyek-proyek yang kita kerja sama dengan kota, dengan kementerian, menghasilkan hal-hal yang berguna buat masyarakat,” katanya.
Konferensi internasional tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Universitas Raharja untuk mempertemukan akademisi lintas negara dalam membahas perkembangan teknologi, khususnya AI, dengan mempertimbangkan aspek rekayasa, psikologi, dan etika agar pemanfaatannya tetap berorientasi pada kesejahteraan manusia. (made)

















