SATELITNEWS.COM, SERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, terus mengawal pelaksanaan program pembangunan dan penyerapan anggaran. Hal tersebut dilakukan, agar serapan anggaran berjalan optimal.
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum mengatakan, selama ini komunikasi dan koordinasi antara legislatif dengan eksekutif telah berjalan dengan baik. Sinergi tersebut diharapkan, mampu mendorong pelaksanaan program pemerintah, agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Bahrul, pada pertengahan tahun terdapat realisasi penyerapan anggaran yang belum maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, terutama untuk memastikan penyebab rendahnya serapan anggaran.
“Kita memang belum maksimal dalam serapan anggaran. Namun, kita juga perlu memahami apakah kondisi ini karena menyeimbangkan pendapatan dengan belanja sehingga anggaran ditahan, atau memang ada belanja yang belum terlaksanakan pada awal tahun,” ujarnya, Minggu (8/11/2026).
Bahrul mengatakan, DPRD telah mendorong seluruh kepala OPD agar tidak memperlambat realisasi belanja. Sebab, penumpukan kegiatan dan anggaran pada akhir tahun berpotensi membuat pelaksanaan pembangunan tidak maksimal.
Bahkan, keterlambatan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan keuangan, termasuk potensi gagal bayar apabila pekerjaan menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
Baca Juga: Reses DPRD Kabupaten Serang, Masyarakat Masih Keluhkan Infrastruktur Jalan
“Jangan pernah memperlambat belanja. Jangan sampai belanja menumpuk di akhir tahun, sehingga pelaksanaannya tidak maksimal dan berpotensi menimbulkan gagal bayar,” tambahnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dan analisis DPRD, salah satu pertimbangan penundaan belanja diduga berkaitan dengan upaya menyesuaikan neraca pendapatan daerah.
Di sisi lain, Bahrul menegaskan DPRD Kabupaten Serang ingin mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur memiliki dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah.
Karena itu, pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan.
“Kalau saya dan teman-teman di DPRD, ingin memaksimalkan pembangunan infrastruktur. Karena infrastruktur, merupakan program pembangunan yang memiliki multiplier effect terhadap perkembangan perekonomian di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Serang Plotting Penyertaan Modal Rp2,794 Miliar untuk PDAM
Ia menambahkan, upaya meningkatkan kemampuan pendapatan daerah menjadi salah satu kunci agar alokasi belanja pembangunan, khususnya infrastruktur, dapat ditingkatkan.
Dengan demikian, Pemkab Serang diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan daerah sehingga pembiayaan pembangunan infrastruktur dapat diperbesar sesuai ketentuan mandatory spending sebesar 40 persen. (sidik)

















