SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, terus menggencarkan program vaksinasi hewan ternak secara berkala. Hal itu dilakukan, sebagai upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta rabies.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, vaksinasi PMK menyasar hewan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau milik masyarakat.
Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin, untuk memberikan perlindungan kepada peternak sekaligus memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga.
Menurutnya, hingga 2026 ini belum ditemukan kasus PMK di Kabupaten Serang. Meski demikian, pengawasan dan vaksinasi tetap dilakukan secara berkala, agar penyakit tersebut tidak kembali masuk dan menyebar di lingkungan peternakan.
“Untuk menjamin peternak agar tenang, kita adakan vaksinasi secara berkala. Sasarannya peternak ruminansia besar seperti kerbau dan sapi untuk pencegahan PMK. Alhamdulillah, tahun ini kasus PMK nihil,” ujar Suhardjo, Minggu (8/11/2026).
Selain vaksinasi PMK, DKPP juga melaksanakan vaksinasi rabies terhadap anjing di sejumlah lokasi penampungan atau shelter. Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua lokasi yang menjadi sasaran, yakni di Kecamatan Kragilan dan Cinangka.
Baca Juga: DKPP Kabupaten Serang Lakukan Gerakan Pangan Murah
Di masing-masing lokasi, petugas telah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 600 ekor anjing. Dengan demikian, total anjing yang mendapatkan vaksinasi rabies mencapai kurang lebih 1.200 ekor.
Suhardjo menjelaskan, vaksinasi rabies penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia melalui gigitan. Program tersebut dilaksanakan setiap tahun, karena perlindungan vaksin rabies perlu diperbarui secara berkala.
“Vaksinasi rabies ini untuk mencegah penularan kepada manusia. Karena kalau terkena gigitan anjing yang terjangkit rabies, manusia juga berisiko tertular. Oleh karena itu, vaksinasi harus dilakukan setiap tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama 2026 belum ditemukan kasus rabies di Kabupaten Serang. Sementara pada tahun sebelumnya sempat terdapat warga yang mengalami gigitan anjing, namun telah mendapatkan penanganan medis hingga kondisinya kembali normal. (sidik)

















