SATELITNEWS.COM, LEBAK – Seorang pengendara sepeda motor terperosok ke bawah jembatan gantung setinggi sekitar delapan meter saat melintas di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak.
Insiden yang diduga dipicu keroposnya konstruksi penyangga jembatan itu nyaris berujung maut. Sehari setelah kejadian, warga langsung bergotong royong memperbaiki jembatan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/11/2026). Saat itu, korban yang diketahui bernama Amin tengah mengendarai sepeda motor hendak menyeberangi jembatan untuk menjenguk orang tuanya. Namun, tanpa mengetahui kondisi konstruksi yang sudah mengalami pengeroposan, Amin tetap melintas.
Nahas, bagian jembatan yang diinjak mengalami kerusakan hingga membuat korban bersama sepeda motornya terperosok ke bawah. Korban pun jatuh dari ketinggian yang diperkirakan mencapai delapan meter.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Desa Karyajaya, Jaeni, membenarkan insiden yang menimpa warganya tersebut. Dia mengaku menerima informasi kecelakaan dari masyarakat pada Jumat sore.
Baca Juga: Jadi Akses Satu-satunya, Warga di Lebak Swadaya Perbaiki Jembatan Gantung
“Kejadiannya sore kemarin. Saya mendapat informasi dari warga bahwa ada pengendara yang mengalami kecelakaan karena motornya terperosok ke bawah jembatan,” kata Jaeni, Minggu (8/11/2026).
Dia menjelaskan, korban saat ini masih menjalani pemulihan di rumah saudaranya. Akan tetapi korban direncanakan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit atau klinik untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Jaeni mengungkapkan, jembatan tersebut sebenarnya pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari donatur sekitar satu tahun lalu. Secara kasatmata, kerusakan belum terlihat terlalu parah. Akan tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan pada bagian bawah konstruksi, ditemukan sejumlah besi penyangga yang sudah terlepas.
“Kalau dilihat dari fisiknya memang belum terlalu parah. Tetapi setelah dibuka dan diperiksa bagian bawahnya, ternyata ada besi penyangga yang terlepas sehingga kekuatannya berkurang,” ungkapnya.
Menurutnya, jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter itu merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain menunjang aktivitas sehari-hari, jembatan tersebut juga menjadi jalur yang digunakan anak-anak untuk berangkat ke sekolah. Mobilitas warga bahkan berlangsung hampir sepanjang hari.
Khawatir kejadian serupa kembali terjadi, masyarakat tidak ingin menunggu terlalu lama. Warga dan Pemdes berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dan bergotong royong membenahi bagian jembatan yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Teken MoU dengan Pemda, Polres Pandeglang Perkuat Program Poliran
Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa belum mampu melakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Terlebih, panjang jembatan yang mencapai sekitar 80 meter membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau hanya mengandalkan anggaran desa tentu tidak memungkinkan, karena panjang jembatan ini sekitar 80 meter. Untuk sekarang perbaikannya dilakukan melalui swadaya masyarakat. Mudah-mudahan bisa segera ditanggulangi agar aktivitas warga tidak terganggu,” ujarnya.
Jaeni berharap, pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut. Menurutnya, diperlukan penanganan lebih serius agar masyarakat memiliki akses penghubung yang aman dan layak.
“Saya berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten bisa membantu mencarikan solusi. Harapan besar kami, jembatan ini bisa dibangun lebih layak sehingga ke depan juga dapat dilintasi kendaraan roda empat,” pungkasnya.(mulyana)

















