SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mulai melirik perekonomian syariah, agar bisa diakses oleh semua warga Banten. Pertimbangannya, karena potensi ekonomi syariah dinilai bisa menjadi salah satu pintu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Banten dalam mengenalkan perekonomian syariah yakni melalui kolaborasi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Banten.
Oleh karena itu, lembaga tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, utamanya Pemprov Banten. Terkait hal itu, pihaknya akan memberikan dukungan agar perekonomian syariah bisa terus berkembang.
“Pemprov Banten berkomitmen penuh untuk memperkuat peran KDEKS di wilayah Banten, karena KDEKS memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, terutama di sektor ekonomi syariah,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Dimyati berpesan, peran tersebut harus dioptimalkan karena pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan oleh Pemprov Banten semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pemangku kepentingan, akademisi, media, dan masyarakat harus diwujudkan,” tambahnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Akui Kesulitan Menambah PAD, Dimyati: Sumber Keuangan Terbesar dari Pajak
Dimyati berharap, agar KDEKS mampu menjadi motor penggerak perputaran ekonomi Banten. Contohnya, kata dia, penerapan ekonomi syariah di Malaysia yang terbukti mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) negaranya.
“Saya berharap, melalui sinergi bersama, semua itu dapat kita wujudkan. Terlebih lagi, Banten sudah memiliki modal utama dalam menerapkan ekonomi syariah, yakni kondisi sosial dan perekonomian daerahnya,” jelasnya.
Ketua Harian KDEKS Provinsi Banten, Siti Ma’rifah mehakini, Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kekuatan ekonomi syariah di Indonesia.
Potensi tersebut meliputi aspek demografis dan geografis, serta ekosistem halal seperti wisata, kuliner, mode (fashion) muslim, ekosistem pesantren, keuangan, pembayaran digital, hingga gaya hidup halal.
“Sistem ekonomi syariah merupakan hal yang harus kita hadirkan bagi masyarakat Banten yang dikenal religius. Nilai-nilai keadilan dan kejujuran di dalamnya menjadi modal utama kita,” ujarnya.
Kata dia, seluruh program KDEKS terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah, serta sejalan dengan program strategis dan prioritas pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya menaruh haralan besar perekonomian syariah di Banten bisa tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Beras CPP Mulai Didistribusikan, Andra: Ini Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan
“Kami akan terus bergerak untuk menyosialisasikan dan menerapkan ekonomi syariah di Provinsi Banten. Semoga kedepan akan banyak masyarakat yang melirik perekonomian syariah,” imbuhnya. (adib)

















