SATELITNEWS.COM, SERANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, potensi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) di Banten, sangat besar. Selain banyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Banten memiliki banyak perusahaan swasta yang berkewajiban menyalurkan dana CSR bagi masyarakat.
Dimyati mengatakan, saat ini dana CSR yang sudah ada dan bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat baru ada sekira Rp15 Miliar dari Bank Jabar-Banten (BJB). Dana tersebut, bisa semakin besar apabila semua perusahaan di Banten ikut terlibat.
“Potensi dana CSR dari Bank Jabar (BJB) saja, sudah mencapai lebih dari Rp15 Miliar, dan jumlah ini masih bisa bertambah jika perusahaan-perusahaan lain ikut berpartisipasi,” katanya, Minggu (8/11/2026).
Dimyati menerangkan, Provinsi Banten memiliki banyak kawasan industri dan perusahaan swasta. Artinya akan ada banyak dana CSR yang bisa diberikan kepada masyarakat, terlebih saat ini Provinsi Banten memiliko forum dana CSR Provinsi Banten.
“Perusahaan-perusahaan lain yang diharapkan turut memberikan CSR meliputi, Candra Asri, Sinarmas, Indah Kiat, Modern, Krakatau Steel, Lotte, termasuk Bank Himbara lainnya,” tambahnya.
Dimyati menerangkan, Forum Dana CSR yang dibentuk beberapa waktu lalu, memiliki tugas agar penyaluran dana CSR bersifat transparan, terbuka, dan diusulkan dari tingkat bawah atau bottom-up planning.
Baca Juga: Anggaran Pembayaran Gaji P3K Paruh Waktu Pemprov Banten Segera Dialihkan
“Hal ini bertujuan, agar setiap dana yang dikeluarkan memiliki nilai, dapat dipertanggungjawabkan melalui open table, serta memberikan manfaat dan hasil (output/outcome) yang tepat sasaran bagi masyarakat,” ujarnya.
Dimyati menerangkan, dana CSR bersifat cross-program, artinya tidak teralokasi secara kaku dalam APBD atau APBN, tidak dianggarkan secara tetap, dan dapat digunakan secara cepat serta fleksibel.
“Pengelolaan dana CSR saat ini dilakukan secara terbuka dan melibatkan musyawarah rencana agar terhindar dari penyalahgunaan dana, di mana alur penyalurannya dapat diketahui publik termasuk melalui media sosial,” ujarnya lagi.
Dimyati menaruh harapan besar, pengelolaan CSR di Provinsi Banten akan terus berdampak langsung kepada masyarakat, karena dana tersebut memang diperuntukan bagi warga. Oleh karena itu, semua warga Banten memiliki kewajiban melakukan pengawasan bersama.
“CSR ini diharapkan dapat membangun kepercayaan (trust) publik dan perusahaan, sehingga semakin banyak BUMN, BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya yang menyalurkan CSR melalui Forum CSR Banten, secara tepat sasaran,” tutupnya.
Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial, Kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan (TJSKBLP) atau Forum CSR Banten, Jamil mengatakan, lembaganya hanya bertugas mengajikan dana CSR kepada perusahaan swasta yang ada di Banten, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Andra: Dana CSR Harus Tepat Sasaran
“Kita sifatnya bukan mengelola, melainkan menyampaikan kepada perusahaan bahwa ada masyarakat yang membutuhkan dana itu. Jadi bukan mengelola, tetapi lebih kepada mengajukan kepada perusahaan atas usulan masyarakat,” ungkapnya.
Dia mengaku, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan perusahaan swasta di Provinsi Banten, agar bisa menyalurkan dana tersebut untuk kebutuhan sosial masyarakat diberbagai bidang.
“Kita usulkan baik itu keagamaan, sosial, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Mudah-mudahan saja kedepannya bisa semakin baik,” imbuhnya. (adib)

















